Kendari, portal.id – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kendari siap menggelar Kejuaraan Shorinji Kempo Wali Kota Cup II pada 13-15 November 2026.
Kepastian itu disepakati dalam rapat pengurus Perkemi Kendari dan panitia pelaksana pada Rabu (28/10/2026) di Kendari.
Ketua Panitia, Senpai Jusman menyebutkan, kejuaraan kali ini akan mempertandingkan 27 nomor atau kelas yang terdiri dari Randori, Embu, dan Tandoku.
Untuk Randori, kelas yang dipertandingkan yakni Randori remaja putra kelas 45 kg, 50 kg, 55 kg, dan 60 kg. Randori remaja putri kelas 40 kg, 45 kg, 50 kg, dan 55 kg.
Kemudian Randori putra dewasa kelas 45 kg, 50 kg, 55 kg, dan 60 kg, serta Randori putri dewasa kelas 45 kg, 50 kg, 55 kg, 60 kg, dan 65 kg.
Untuk kategori Embu, akan dipertandingkan Embu pasangan putra Kyu Kenshi, Embu pasangan putri Kyu Kenshi, Embu campuran Kyu Kenshi, Embu pasangan putra Yudansha, Embu pasangan putri Yudansha, Embu campuran Yudansha, dan Embu beregu 4 orang.
Sementara untuk Tandoku mempertandingkan Tandoku Kyu 9-6 umur 12 tahun ke bawah (putra/putri), Tandoku Kyu 5-4 umur 13 tahun ke bawah (putra/putri), dan Tandoku Kyu 3-2 umur 15 tahun ke bawah (putra/putri).
Kejuaraan ini bakal diikuti atlet-atlet dari dojo se-Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan sertifikat.

Ketua Perkemi Kota Kendari, Senpai Laode Lawama mengatakan, kejuaraan ini bukan sekadar mencari juara, melainkan bagian dari pembinaan berjenjang untuk melahirkan kenshi berprestasi.
“Wali Kota Cup II ini bukan sekadar kejuaraan untuk mencari juara. Ini adalah bagian dari pembinaan berjenjang untuk melahirkan kenshi-kenshi berprestasi dari Kota Kendari untuk Sultra dan Indonesia,” kata Lawama.
Ia menjelaskan, 27 kelas yang dipertandingkan mulai dari Tandoku usia dini hingga Randori dewasa dan Embu Yudansha sengaja dibuka agar pembinaan menyentuh semua tingkatan, dari Kyu sampai Yudansha.
“Kami ingin Wali Kota Cup II menjadi barometer pembinaan Shorinji Kempo di Sultra. Karena itu kami pertandingkan 27 nomor lengkap. Ini seleksi awal untuk mencari atlet potensial menuju Porprov dan Kejurnas,” ujarnya.
Lawama berharap dojo-dojo se-Sultra mengirimkan atlet terbaiknya dan menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan sportivitas.
“Target kami, dari kejuaraan ini akan muncul bibit-bibit atlet yang akan kita siapkan untuk kejuaraan provinsi, nasional, bahkan internasional. Mohon dukungan semua pihak agar pelaksanaannya pada 13-15 November nanti berjalan lancar,” pungkasnya.






