#HeadlineBombana

DR. Bunyamin Yapid Semangati Santri As’adiyah Bombana: Jadikan Prof. Nasaruddin Umar sebagai Teladan Kesuksesan

×

DR. Bunyamin Yapid Semangati Santri As’adiyah Bombana: Jadikan Prof. Nasaruddin Umar sebagai Teladan Kesuksesan

Sebarkan artikel ini

Bombana, portal.id – Menjadi santri bukanlah batas untuk meraih kesuksesan. Dari ruang-ruang belajar pesantren sederhana di pelosok negeri, masa depan besar dapat dipersiapkan. Pesan inilah yang disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah, DR. H. Bunyamin M. Yapid, LC., MA, saat mengunjungi Pondok Pesantren As’adiyah Cabang Bombana, Sulawesi Tenggara.

Di hadapan para santri dan tenaga pendidik, Bunyamin memberikan motivasi sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan keluarga besar As’adiyah di Bombana yang terus mengembangkan pendidikan Islam di tengah berbagai keterbatasan.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan. Lebih dari itu, menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril pengurus yayasan terhadap seluruh cabang As’adiyah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Bunyamin mengaku sangat bersyukur menyaksikan langsung semangat para guru yang telah berjuang membangun pesantren dari awal.

“Saya berterima kasih dan bersyukur sekali melihat semangat para guru, para pejuang As’adiyah di sini. Luar biasa sekali. Mereka betul-betul memulai dari nol dengan semangat yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan para guru di daerah merupakan bagian penting dari misi besar As’adiyah dalam mengembangkan dakwah dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan. Anak-anak yang tinggal di kampung, pegunungan, dan wilayah terpencil juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas.

Bunyamin bahkan menyebut As’adiyah telah lama mengambil peran dalam membangun masyarakat dari akar rumput, sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan desa dan kampung sebagai bagian penting dari kemajuan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para santri agar tidak pernah minder dengan kondisi tempat mereka belajar.

Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru semangat, ilmu pengetahuan, dan kekuatan pemikiran merupakan modal utama untuk mengubah masa depan.

“Kekayaan seseorang itu ada pada pemikirannya. Karena itu, anak-anak harus terus belajar, memiliki cita-cita besar, dan jangan pernah menyerah dengan keadaan,” pesannya.

Salah satu pesan penting yang disampaikan Bunyamin kepada para santri adalah menjadikan Ketua Umum Pengurus Pusat As’adiyah, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, sebagai sosok panutan.

Menurutnya, perjalanan pendidikan dan pengabdian Prof. Nasaruddin Umar merupakan inspirasi bahwa pendidikan pesantren mampu menjadi fondasi lahirnya tokoh-tokoh bangsa.

Bunyamin mengingatkan bahwa Prof. Nasaruddin Umar juga memiliki perjalanan pendidikan yang berakar dari lingkungan pesantren As’adiyah. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa santri dari lembaga pendidikan daerah memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Sosok Ande Gurutta Prof. Nasaruddin Umar harus menjadi panutan kita. Beliau juga pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah. Perjuangannya luar biasa dan itu perlu kita contoh,” ungkapnya.

Ia berharap, kisah perjalanan Prof. Nasaruddin Umar dapat menumbuhkan keyakinan para santri bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan atau kondisi awal kehidupannya, melainkan oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu, ketekunan, dan pengabdian.

Bagi Bunyamin, mengunjungi cabang-cabang As’adiyah merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kelembagaan. Pengurus pusat harus hadir, melihat, mendengar, serta merasakan langsung perjuangan para guru dan santri di daerah.

Sebab, di balik berkembangnya sebuah lembaga pendidikan, selalu ada orang-orang yang bekerja dengan ketulusan, bahkan ketika fasilitas belum memadai dan tantangan begitu besar.

Dari Bombana, Bunyamin kembali menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan As’adiyah: melahirkan generasi berilmu, memperluas dakwah, dan membangun masa depan bangsa melalui pendidikan yang berakar kuat dari pesantren.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id