Kendari, portal.id – Persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2027 mulai dimatangkan. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan sekitar 169 lokasi dalam program nasional yang diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan.
Salah satu langkah awal dilakukan melalui pembekalan mitra pembangunan untuk menyiapkan dan merencanakan calon lokasi KNMP. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Kuba, Kendari, pada 27–29 Oktober 2026.
Pembekalan ini bertujuan menyamakan persepsi antarsurveyor, meningkatkan kapasitas teknis peserta, serta memastikan proses survei dan penilaian calon lokasi berjalan secara objektif, terukur, dan akuntabel.
Praktisi, pengamat, sekaligus Tenaga Ahli Satuan Tugas (Satgas) Kampung Nelayan Merah Putih, Andi Nurjaya Nurdin, S.T., menjelaskan bahwa terdapat tiga tujuan utama dalam kegiatan tersebut.
Pertama, menyamakan persepsi seluruh surveyor dalam memahami mekanisme dan tahapan penilaian. Kedua, meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam melaksanakan survei lapangan. Ketiga, memastikan seluruh proses penilaian mengikuti instrumen yang telah disiapkan.
“Tujuan utamanya agar peserta memiliki pengetahuan, pemahaman, dan strategi dalam menggunakan instrumen yang telah disiapkan untuk melakukan penilaian terhadap calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih,” jelas Andi.
Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan calon lokasi yang diusulkan benar-benar memiliki kesiapan untuk dikembangkan menjadi kawasan kampung nelayan.
– Enam Kriteria Penentu Kelayakan Lokasi
Andi menjelaskan, penentuan calon lokasi KNMP tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat enam kriteria utama yang menjadi instrumen untuk mengukur kesiapan suatu wilayah sebelum ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.
Kriteria pertama adalah basis masyarakat nelayan, yakni keberadaan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan serta keterkaitannya dengan aktivitas kelautan dan perikanan.
Kedua, potensi ekonomi masyarakat. Aspek ini mencakup peluang pengembangan usaha, termasuk kegiatan pengolahan hasil perikanan dan aktivitas ekonomi lain yang dapat mendukung peningkatan pendapatan nelayan.
Ketiga, ketersediaan lahan yang memadai untuk pembangunan fasilitas pendukung. Keempat, mobilitas dan aksesibilitas, terutama kemudahan akses menuju lokasi serta keterhubungannya dengan kawasan sekitar.
Kelima, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat nelayan.
Sementara kriteria keenam adalah penerimaan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap rencana pembangunan KNMP.
Keenam kriteria tersebut menjadi dasar untuk menilai apakah suatu wilayah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan untuk dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan.
Melalui penilaian yang sistematis, proses penentuan lokasi diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan potensi ekonomi, kondisi sosial, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
– Target Nasional 2.000 Lokasi
Secara nasional, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan mencapai 2.000 lokasi pada 2027. Dari target tersebut, Sulawesi Tenggara disebut membidik sekitar 169 lokasi yang tersebar di kabupaten dan kota.
Target tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk mengidentifikasi kawasan pesisir yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Meski demikian, seluruh calon lokasi tetap harus melalui tahapan survei dan penilaian sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Dengan demikian, lokasi yang diusulkan diharapkan benar-benar memenuhi persyaratan dan siap mendukung pelaksanaan program.
Dalam kegiatan ini, mitra pembangunan memiliki peran penting dalam menghimpun data lapangan, mengidentifikasi kondisi wilayah, memetakan potensi masyarakat nelayan, memeriksa ketersediaan lahan, serta menilai dukungan pemerintah daerah.
Mitra pembangunan juga bertugas memfasilitasi kesiapan calon lokasi agar berbagai aspek yang dibutuhkan dapat teridentifikasi sejak tahap perencanaan.
Seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari survei hingga fasilitasi kesiapan lokasi, ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan.
– Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Nelayan
Pembekalan mitra pembangunan ini diharapkan membuat proses persiapan KNMP 2027 berjalan lebih terarah. Keseragaman pemahaman terhadap instrumen penilaian menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan.
Bagi Sulawesi Tenggara, tahapan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan kawasan pesisir yang memiliki potensi dan kesiapan dalam mendukung pengembangan kampung nelayan.
Program KNMP diharapkan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur dan fasilitas pendukung, tetapi juga memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta membuka peluang pengembangan usaha di kawasan pesisir.
Dengan perencanaan dan penentuan lokasi yang tepat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi nelayan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara.






