#HeadlineKonawe

Sempat Terjebak Kabut Asap, Nelayan 49 Tahun di Soropia Akhirnya Kembali dengan Selamat

×

Sempat Terjebak Kabut Asap, Nelayan 49 Tahun di Soropia Akhirnya Kembali dengan Selamat

Sebarkan artikel ini

Konawe, portal.id – Seorang nelayan bernama Ariadi (49), warga Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang sebelumnya dilaporkan belum kembali setelah melaut, akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Penyeberangan Bokori, Jumat (23/10/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari, Amiruddin AS, menyampaikan bahwa korban tiba di pelabuhan sekitar pukul 09.00 Wita. Dengan kembalinya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Berdasarkan keterangan korban, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 17.30 Wita, dirinya tiba di Desa Kokapi, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, dan memutuskan menginap di desa tersebut.

Korban mengaku tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang pada hari sebelumnya karena kesulitan melihat arah haluan perahu akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang.

Sebelumnya, Ariadi dilaporkan belum kembali setelah pergi melaut untuk memancing gurita di sekitar perairan Pulau Saponda Laut, Kecamatan Soropia, pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Sekitar pukul 13.00 Wita, korban sempat naik ke daratan untuk beristirahat bersama rombongan temannya di Pulau Saponda Laut. Sekitar satu jam kemudian, korban berpamitan untuk pulang menggunakan longboat berwarna hijau.

Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban belum tiba di rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum membuahkan hasil hingga laporan tersebut diterima Basarnas Kendari.

Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian di sekitar perairan antara Saponda Laut dan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Operasi tersebut melibatkan personel KPP Kendari, Polsek Soropia, Karang Taruna Desa Mekar, masyarakat sekitar, keluarga korban, serta unsur SAR Mission Coordinator (SMC) dan stafnya.

Dalam operasi ini, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya mobil penyelamat, rigid inflatable boat (RIB), longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Setelah korban ditemukan kembali secara mandiri dan tiba dengan selamat, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca saat laporan diperbarui terpantau cerah, dengan kecepatan angin 4,6 knot dari arah timur laut dan tinggi gelombang berkisar 0,3 hingga 0,5 meter.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum maupun selama melaut. Nelayan juga diharapkan mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi lingkungan berisiko membahayakan pelayaran.

Dengan kembalinya Ariadi dalam keadaan selamat, operasi SAR terhadap nelayan yang sempat dilaporkan belum kembali dari memancing di perairan Soropia resmi ditutup.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id