#HeadlineHukum & KriminalPendidikan & BudayaSulawesi Tenggara

Kapolda Sultra Turun ke Sekolah, Ajak Pelajar SMAN 4 Kendari Jauhi Tawuran

×

Kapolda Sultra Turun ke Sekolah, Ajak Pelajar SMAN 4 Kendari Jauhi Tawuran

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., menggelar program Polisi Peduli Pendidikan di SMA Negeri 4 Kendari, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun karakter positif pelajar sekaligus mencegah aksi tawuran dan kenakalan remaja.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sultra memberikan edukasi dan motivasi kepada para siswa agar mampu mengembangkan potensi diri, menjaga perilaku, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sultra, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Mukhtar, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta para pelajar.

Program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat. Melalui program tersebut, kepolisian berupaya memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Kapolda Sultra mengatakan, kehadirannya di SMAN 4 Kendari tidak hanya untuk memberikan motivasi dan edukasi, tetapi juga membangun komunikasi dengan pihak sekolah guna merancang langkah pembinaan yang berkelanjutan.

“Ini bagian daripada programnya Bapak Kapolri, quick wins-nya Bapak Kapolri terkait dengan polisi bersama dengan masyarakat. Dalam polisi bersama masyarakat, salah satunya adalah polisi peduli pendidikan. Hari ini saya secara pribadi memberikan motivasi kepada anak-anak SMA Negeri 4 di Kendari untuk bisa berperilaku yang positif,” ujar Himawan Bayu Aji.

Ia menjelaskan, Polda Sultra akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengidentifikasi potensi serta kebutuhan peserta didik. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan bakat dan kemampuan siswa sesuai dengan potensi masing-masing.

“Kami akan berkomunikasi nanti dengan BLK, kemudian juga dengan asesmen, kita punya asesor, untuk kita bisa melihat potensi apa yang dimiliki oleh SMA 4, anak didiknya seperti apa,” tambahnya.

Ungkap Tiga Pemicu Tawuran Pelajar

Dalam penyampaian materinya, Kapolda Sultra juga menyoroti sejumlah faktor yang dapat memicu tawuran antarpelajar. Ia menyebut, kebanggaan berlebihan terhadap sekolah, komunitas, maupun diri sendiri dapat mendorong perilaku negatif apabila tidak disertai pertimbangan yang matang.

Menurutnya, faktor kedua adalah pengaruh media sosial. Arus informasi yang tersebar dengan cepat perlu disikapi secara bijak melalui verifikasi agar siswa tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Faktor ketiga adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dapat memengaruhi perilaku dan membahayakan masa depan generasi muda.

Kapolda menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi, pembinaan karakter, serta keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, sekolah, hingga keluarga.

Disdikbud Sultra Dukung Kolaborasi

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Mukhtar, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung kepolisian dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat kepolisian dan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter serta mencegah potensi masalah sosial sejak dini.

Keterlibatan kepolisian di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda di Sulawesi Tenggara.

Apresiasi juga disampaikan Kepala SMAN 4 Kendari, Yakob Simson Barthimeus. Ia menyebut kunjungan Kapolda Sultra bersama rombongan sebagai momentum penting bagi sekolah untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar para siswa.

“Ini merupakan kunjungan pertama Bapak Kapolda beserta rombongan dalam kurun waktu sekitar 30 tahun terakhir di SMAN 4 Kendari. Kunjungan ini menjadi momentum awal untuk meningkatkan motivasi dan semangat para anak didik agar terdorong menjadi pribadi yang baik, serta meraih cita-cita mereka dalam membangun bangsa,” ungkap Yakob.

Ia berharap kegiatan pendampingan dan sosialisasi dari kepolisian dapat terus dilakukan secara berkala untuk membentuk mental dan karakter peserta didik sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Rangkaian program Polisi Peduli Pendidikan di SMAN 4 Kendari ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara Kapolda Sultra dan para siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan pelajar demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, serta mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id