#HeadlineKonawe Kepulauan

Basarnas Kendari Hentikan Sementara Pencarian Penumpang KM Nggapulu yang Jatuh di Perairan Wawonii

×

Basarnas Kendari Hentikan Sementara Pencarian Penumpang KM Nggapulu yang Jatuh di Perairan Wawonii

Sebarkan artikel ini

Konawe Kepulauan, portal.id – Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian terhadap seorang penumpang Kapal Pelni KM Nggapulu yang dilaporkan terjatuh di sekitar perairan Wawonii, Sulawesi Tenggara. Pencarian yang berlangsung hingga Rabu (14/10/2026) sore belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, menyampaikan bahwa Tim Rescue KPP Kendari tiba di lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) pada pukul 12.30 Wita. Tim kemudian langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

Operasi pencarian berlangsung hingga pukul 16.40 Wita. Namun, hingga pencarian dihentikan sementara, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Operasi SAR dihentikan sementara dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali besok pagi, Kamis (15/10/2026), pukul 07.00 Wita,” demikian laporan perkembangan operasi SAR KPP Kendari.

Korban diketahui bernama Sian Servit Kembau, laki-laki berusia 51 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Terjatuh Saat Pelayaran Rute Bitung–Jakarta

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 23.20 Wita. Korban dilaporkan terjatuh dari KM Nggapulu yang sedang berlayar dengan rute Bitung–Jakarta di sekitar perairan Wawonii.

Setelah kejadian, pihak kapal langsung melakukan upaya pencarian selama kurang lebih dua jam. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil.

Selanjutnya, pihak keluarga korban menghubungi KPP Kendari untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan. Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Kendari mengerahkan personel untuk melakukan operasi SAR di lokasi kejadian.

Pencarian Didukung Peralatan SAR

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat meliputi SAR Mission Coordinator (SMC) beserta staf dan rescuer KPP Kendari.

Tim dilengkapi sejumlah peralatan pendukung, antara lain mobil penyelamat (rescue car), Rigid Inflatable Boat (RIB), alat pendeteksi bawah air AquaEye, peralatan selam, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, serta peralatan komunikasi dan keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi di lokasi pencarian dilaporkan berkabut asap, dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam dari arah timur dan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter.

Meski pencarian hari pertama belum membuahkan hasil, tim SAR akan kembali melanjutkan operasi pada Kamis pagi dengan harapan dapat menemukan korban.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk menyampaikan informasi yang dapat membantu proses pencarian kepada petugas SAR.

Operasi pencarian akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id