Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,93 miliar untuk program beasiswa bagi siswa kurang mampu pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, mengatakan bahwa program beasiswa tersebut merupakan upaya nyata dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan.
“Tahun ini kami mengalokasikan beasiswa senilai Rp1,93 miliar yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Kendari, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan kepada ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Kendari. Rinciannya, sebanyak 150 siswa tingkat Taman Kanak-kanak (TK), 425 siswa Sekolah Dasar (SD), serta 170 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menerima manfaat dari program ini.
Total 745 siswa dari keluarga prasejahtera di Kota Kendari dipastikan mendapat bantuan biaya pendidikan tahun ini. Dana beasiswa akan langsung ditransfer ke rekening orang tua/wali siswa untuk memastikan penggunaan tepat sasaran, mulai dari pembelian buku, seragam, alat tulis, hingga biaya transportasi ke sekolah.

Pendidikan Tetap Prioritas Meski Ada Efisiensi
Menurut Saemina, kebijakan ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
“Walaupun ada efisiensi anggaran, program beasiswa dan bantuan seragam sekolah gratis tetap menjadi prioritas kami. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Tidak boleh ada anak Kendari yang putus sekolah hanya karena alasan biaya,” jelasnya.
Sejak tahun 2023, Pemerintah Kota Kendari telah menyalurkan bantuan serupa kepada lebih dari 1.000 pelajar. Hal ini menjadi indikator bahwa program tersebut terus berlanjut dan diperkuat setiap tahunnya.
Pada 2023 terealisasi 350 siswa, tahun 2024 naik menjadi 520 siswa, dan tahun 2026 ini menembus 745 siswa. Peningkatan jumlah penerima setiap tahun menegaskan keseriusan Pemkot Kendari dalam membangun SDM unggul.
Selektif, Tepat Sasaran, Tidak Tumpang Tindih
Lebih lanjut, Saemina menegaskan bahwa penetapan penerima beasiswa dilakukan secara selektif dan tepat sasaran. Proses verifikasi melibatkan sekolah, kelurahan, serta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk memastikan data by name by address valid.
Penerima bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan pendidikan dari pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Hal ini kami lakukan agar bantuan dapat merata dan tidak tumpang tindih. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan dukungan pendidikan,” tambahnya.

Wali Kota: Agenda Tahunan, Evaluasi Terus Dilakukan
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan agenda tahunan Pemkot Kendari yang bersumber dari APBD. Ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Program beasiswa ini kami anggarkan setiap tahun dari APBD sebagai bentuk keberpihakan Pemkot kepada keluarga kurang mampu. Kami akan terus evaluasi, baik dari sisi jumlah penerima, besaran bantuan, maupun mekanisme penyaluran, supaya semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya,” ujar Siska Karina Imran.
Ia menambahkan, dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak Kendari yang terhambat pendidikannya hanya karena kendala ekonomi.
“Jangan sampai ada anak Kendari yang cita-citanya kandas karena tidak bisa beli buku atau seragam. Pemerintah harus hadir. Ini investasi kita untuk lahirkan generasi Kendari yang cerdas dan berdaya saing,” tegasnya.

Cegah Putus Sekolah, Wujudkan Pendidikan untuk Semua
Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah serta mencegah terjadinya putus sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.
Penyaluran beasiswa ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan untuk Semua”.
Tema tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Kendari dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program ini, Pemkot Kendari berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terkendala biaya dalam memperoleh pendidikan yang layak. Pemerintah juga optimistis bahwa peningkatan akses pendidikan akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju “Kendari Semakin Maju” dan Indonesia Emas 2045.






