DPPKB Kota Kendari Optimalkan Program Makanan Bergizi Gratis, 6.919 Keluarga Risiko Stunting Telah Terima Manfaat

×

DPPKB Kota Kendari Optimalkan Program Makanan Bergizi Gratis, 6.919 Keluarga Risiko Stunting Telah Terima Manfaat

Sebarkan artikel ini
Kadis Dalduk-KB Kendari Jahudding

Kendari, Portal.id – Komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari menjadi salah satu ujung tombak pelaksanaan program ini dengan menyasar kelompok prioritas yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.

Kepala DPPKB Kota Kendari, Jahudding, mengungkapkan bahwa peran instansinya dalam program MBG sangat strategis, mulai dari penyediaan data sasaran yang akurat hingga membantu proses pendistribusian langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga dengan risiko stunting.

“Program MBG ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah intervensi gizi spesifik yang menyentuh langsung kelompok paling rentan. Kami di DPPKB memastikan data by name by address valid, sehingga bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” tegas Jahudding, Selasa (5/5).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, mengunjungi anak asuh di Kelurahan Bende dan Kelurahan Korumba,

Kader Lini Lapangan Jadi Kunci Penyaluran Tepat Sasaran

Menurut Jahudding, keberhasilan program MBG tidak lepas dari peran besar para kader di lini lapangan. Kader KB, kader Posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi garda terdepan yang memastikan setiap paket makanan bergizi tersalurkan secara tepat sasaran kepada kelompok 3B yang telah terdata.

Para kader tidak hanya mengantar makanan, tetapi juga melakukan edukasi gizi, memantau tumbuh kembang balita, serta memastikan ibu hamil dan menyusui mengonsumsi makanan tambahan tersebut secara rutin.

Pendekatan door-to-door ini dinilai efektif menjangkau keluarga risiko stunting yang tersebar di 65 kelurahan se-Kota Kendari.

“Alhamdulillah, sampai saat ini capaiannya cukup menggembirakan. Dari total sasaran keluarga risiko stunting di Kota Kendari, sebanyak 6.919 keluarga sudah menjadi penerima manfaat MBG,” ungkapnya.

Ia merinci, total sasaran keluarga risiko stunting di Kota Kendari tercatat lebih dari 8.000 keluarga. Artinya, dengan capaian 6.919 keluarga, program MBG telah menjangkau lebih dari 85 persen dari target keluarga berisiko. Jumlah penerima manfaat kini sudah mendekati angka 7.000 keluarga dan akan terus bertambah.

Kepala DPPKB Kendari serahkan paket pada mitra kerja

Koordinasi Intensif Perluas Jangkauan 3B

Meski capaian sudah signifikan, DPPKB Kota Kendari tidak berpuas diri. Jahudding menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, baik di tingkat lapangan maupun dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pengelola dapur MBG.“Kami terus sinkronkan data dengan kelurahan, puskesmas, dan SPPG.

Tujuannya satu, agar tidak ada kelompok 3B yang terlewat. Terutama ibu hamil KEK dan balita dengan berat badan kurang, mereka harus jadi prioritas utama,” jelasnya.

Program MBG di Kota Kendari didistribusikan setiap hari kerja melalui mekanisme pengambilan di titik kumpul atau diantar langsung oleh kader.

Menu yang disajikan telah disusun oleh ahli gizi dengan standar “Isi Piringku”, mengandung karbohidrat, protein hewani, sayur, buah, dan susu.

Untuk ibu hamil dan menyusui, porsi dan kandungan gizinya disesuaikan guna mendukung kebutuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Giat Rapat Advokasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Pokja Advokasi kepada stakeholder dan mitra kerja dalam rangka Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Kendari

Dampak Nyata Tekan Stunting di Kota Kendari

Program MBG dinilai memberikan dampak signifikan dalam upaya menekan angka prevalensi stunting di Kota Kendari. Berdasarkan data SSGI 2024, angka stunting Kota Kendari berada di 21,3 persen.

Dengan intervensi gizi yang masif seperti MBG, Pemkot Kendari menargetkan penurunan signifikan pada 2026.

Hal ini karena sasaran program mendapatkan tambahan asupan gizi secara rutin setiap hari. Asupan makanan tambahan tersebut diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di luar program yang berlangsung di sekolah.

Dengan demikian, intervensi gizi tidak berhenti pada anak usia sekolah, tetapi menyasar langsung ke hulu persoalan stunting, yaitu masa kehamilan dan usia baduta.“Kalau ibu hamil gizinya tercukupi, risiko bayi lahir stunting bisa ditekan. Kalau balita dapat protein hewani setiap hari, pertumbuhan otak dan tinggi badannya akan optimal.

Ini investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Kendari yang sehat dan cerdas,” tambah Jahudding.

Komitmen Lintas Sektor

Pelaksanaan MBG di Kota Kendari merupakan kolaborasi lintas sektor. DPPKB berperan dalam pendataan dan penyaluran, Dinas Kesehatan memastikan standar gizi dan pemantauan kesehatan, sementara SPPG di bawah Badan Gizi Nasional bertugas memproduksi makanan.

Dukungan camat, lurah, hingga RT/RW juga memperkuat penyaluran di tingkat bawah.Ke depan, DPPKB Kota Kendari akan memperkuat pendampingan keluarga melalui TPK.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id