Menu

Mode Gelap
 

Fokus Redaksi · 14 Jun 2021 ·

Arus Laut Diduga Seret Jasad Mr Chang Dari Konawe Hingga ke Morowali, Sejauh 32,93 NM

 					Basarnas Saat Mengevakuasi Mayat Korban, TKA China Mr Chang. (Foto: Basarnas Kota Kendari) Perbesar

Basarnas Saat Mengevakuasi Mayat Korban, TKA China Mr Chang. (Foto: Basarnas Kota Kendari)

www.portal.id – Operasi SAR atas hilangnya Mr Chang, tenaga kerja asing (TKA) PT Obsidian Stainless Steel (OSS) telah dilakukan selama enam hari sejak 7 Juli 2021, dengan hasil nihil.

Mr Chang sendiri dinyatakan hilang sejak 6 Juni 2021 lalu, dengan laporan karena tenggelam di muara sungai sampara Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe.

Pencarian jasad TKA asal China itu sedianya dilakukan tinggal sehari lagi, atau ditutup di hari ketujuh jika hasilnya tetap nihil atau jasadnya masih belum ditemukan.

Pencarian ini sendiri melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari 10 rescuer Basarnas Kendari, 5 rescuer Unit Siaga SAR Konut, 4 personil Polair Mako Kendari, 4 personil Polairut Konut, 3 personil TNI AL dari Pos AL Konut, 1 orang perwakilan PT OSS.

Setelah nyaris sepekan berlalu, pencarian jasad Mr Chang akhirnya menemukan titik terang pada Minggu 13 Juni 2021 sekitar pukul 13.40 WITA, setelah seorang nelayan bernama Polo melaporkan penemuannya.

Kepala Kantor SAR Kendari, Aris Sofingi menuturkan, nelayan tersebut melaporkan bahwa pada pukul 09.00 Wita dirinya telah ditemukan jenazah disekitar pulau Samarengga.

Pulau tersebut secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Jenazah yang ditemukan nalayan itu memiliki ciri yang sama dengan korban TKA yang tenggelam di muara sungai sampara,” ungkap Aris Sofingi dalam keterangan persnya, Senin 14 Juni 2021.

Berdasarkan informasi itu, Tim SAR gabungan Basarnas Kendari, Pol Airud Molawe, Pos AL Molawe, dan Divisi Keamanan PT VDNI dan PT DRAS berangkat menuju Pulau Samarengga.

“Tim berangkat menggunakan RIB Basarnas Kendari dan pada pukul 19.10 Wita, Tim SAR gabungan tiba di Pulau Samarengga,” terang Aris.

Diungkapkannya, jarak antara lokasi kejadian kecelakaan (LKK) di Mungai Sampara dengan Pulau Samarengga sendiri berjarak 32,93 Nano Mile (NM) ke arah utara LKK.

“Jasad diduga terbawa arus laut ke pulau tersebut,” terang Aris.

Dijelaskannya, awalnya tim SAR gabungan berencana membawa jasad Mr Chang setibanya di pulau tersebut. Tapi ditunda akibat kondisi cuaca dan keterbatasan penerangan.

Namun, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca, diputuskan evakuasi jasad Mr Chang dilakukan malam itu juga, pukul 00.15 Wita tim SAR gabungan berangkat dari Pulau Samaringga menuju Dermaga Jety Morosi.

“Jasad Mr Chang tiba pada pukul 02.35 Wita. Selanjutnya korban dibawa menuju RS Bahtermas menggunakan Ambulance milik Basarnas Kendari dan tiba pada pukul 04.51 Wita,” pungkasnya. /P-02

Artikel ini telah dibaca 94 kali

Baca Lainnya

Penghujung Tahun 2021, Dua Gempa Guncang Sultra 

30 Desember 2021 - 11:47

Remaja Diduga Korban Serangan Buaya Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Lasolo

23 Desember 2021 - 12:02

Mengenal Perbedaan Status Peringatan Awas, Waspada dan Siaga Saat Terjadi Gempa Bumi dan Tsunami

14 Desember 2021 - 17:08

Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Flores Berakhir, Warga Diminta Tetap Waspada

14 Desember 2021 - 15:47

Trend Handphone Dengan Kamera Besar di 2022, Ini Salah Satu Calon Jawaranya 

14 Desember 2021 - 09:45

Erupsi Semeru Tercatat Mulai 1818, Pernah “Ngamuk” Lontarkan 6,4 Juta Kubik Material dan 10 Kilometer Awan Panas

6 Desember 2021 - 16:38

Trending di News