Kendari, portal.id – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bombana, Andhy Ardian, menemui pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Sultra untuk menyampaikan kondisi dampak kemarau yang terjadi terhadap lahan persawahan di Kabupaten Bombana.
Hal itu disampaikan Andhy Ardian saat DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pengurus DPD kabupaten/kota melakukan audiensi dengan BWS IV Sultra, Kamis (3/9/2026).
Dalam catatan DPD TMI Bombana, kata Andhy, terdapat kurang lebih 1.196 hektare lahan persawahan yang mengalami kekeringan di daerah itu akibat El Nino, jauh lebih luas dari damapknkekeringan tahun lalu hanya bekisar 50 hektare.
“Dalam kesempatan itu, kami mengusulkan beberapa solusi untuk penanganan jangka panjang dan jangka pendek terhadap kekeringan lahan persawahan di Bombana,” kata Andhy usai mengikuti audiensi di BWS IV Sultra.
Untuk solusi jangka panjang, Andhy Ardian mengusulkan perlu dibangun bendungan dan embung di wilayah Bombana. Sementara untuk solusi jangka pendek, pihaknya meminta program pompanisasi dan sumur bor di titik-titik kawasan persawahan yang sulit mendapatkan pasokan air.
Andhy menilai, Bombana sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Sultra bersama Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur, sudah seharusnya dibangunkan bendungan atau embung.
“Karena Kolaka Timur dan Konawe sudah dibangunkan bendungan,” ujarnya.
Andhy bersyukur pihak BWS IV mengapresiasi perhatian dan kepedulian TMI Bombana atas solusi jangka panjang tersebut.
“Diharapkan, semua pihak termasuk Pemda Bombana siapkan lahan untuk dibuatkan embung dan bendungan. Karena keinginan kita ini mendapat apresiasi dari BWS,” katanya.
Ia berharap dengan adanya sinergi antara TMI, BWS, dan pemerintah daerah, penanganan kekeringan di Bombana bisa segera ditindaklanjuti agar petani tidak mengalami gagal panen dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.






