Ekonomi & BisnisMetro KendariSerba-serbi

Bank Indonesia dan Kadin Sultra Perluas Elektronifikasi Transaksi QRIS di Pasar Lapulu

×

Bank Indonesia dan Kadin Sultra Perluas Elektronifikasi Transaksi QRIS di Pasar Lapulu

Sebarkan artikel ini

Kendari, Portal.id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra dan perbankan daerah meluncurkan pojok Qris di Pasar Lapulu, Kota Kendari, Kamis (14/9).

Peluncuran pojok Qris di pasar tradisional ini merupakan wadah untuk mempermudah masyarakat berkonsultasi terkait pembukaan fitur Qris maupun berbagai kepentingan transaksi perbankan lainnya.

Langkah tersebut dilakukan Bank Indonesia agar bisa memperluas dan mempercepat elektronifikasi transaksi melalui Pasar SIAP Qris yang kini telah tersedia di sembilan pasar tradisional se-Sulawesi Tenggara dan lebih dari 950 pedagang pasar tradisional telah dapat bertransaksi menggunakan QRIS. 

Elektronifikasi sistem pembayaran Ini terus didorong untuk meningkatkan efisiensi transaksi serta keamanan transaksi masyarakat, tentunya melalui penyediaan Qris di pasar tradisional seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menikmati berbagai manfaat yang diberikan oleh Qris. 

Kepala KPw BI Sultra Doni Septadijaya menjelaskan, bahwa dengan Qris maka transaksi masyarakat dapat terekam dengan baik, hal Ini memudahkan para merchant terkait akuntabilitas pendapatan dan dapat mendukung pada saat pengajuan pinjaman pada perbankan. 

“Sementara bagi pemerintah terdapat manfaat peningkatan transparansi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Doni dalam siaran pers yang diterima media ini, Jumat (15/9).

Doni menyebutkan, saat ini telah terdapat 143 ribu pengguna Qris di Bumi Anoa dengan total 1,2 juta transaksi. Perluasan Qris di Sulawesi Tenggara membutuhkan sinergi yang solid dan kokoh antar anggota Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk mendorong ketersediaan Infrastrutkur yang bersifat tangible maupun Intangible. 

“Oleh karenanya akan terus didorong upaya penyediaan transaksi Qris pada berbagai merchant serta sosialisasi dan pelatihan Qris yang akan terus dilakukan pada berbagai kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Sultra Sastra Alamsyah menjelaskan, bahwa pihaknya terus mendorong penggunaan Qris di pasar tradisional.

“Para pedagang tidak perlu lagi menghitung kembali uang yang diterima atau bahkan mengalami kehilangan. Hal Ini merupakan bentuk komitmen Kadin Sultra untuk mendorong elektronifikasi transaksi pada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel portal.id