Buton Utara, Portal.id – Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda Kompleks Perkantoran Kabupaten Butur ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buton Utara, Rahman, SKM., M.Kes.
“Sebetulnya kegiatan ini sudah saya laporkan ke Pak Bupati agar beliau yang buka langsung. Tetapi menurut beliau, karena saya selaku wakil yang merangkap Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), sebaiknya saya yang buka. Ya, apa boleh buat,” ujar Rahman berseloroh saat memberikan arahan.
Sementara itu, mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Sultra, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan Mustakim menyampaikan dua materi sekaligus, yakni program GENTING dan PJPK.
“Jujur, sebelum saya datang ke Ereke ini, agar materi GENTING yang saya sampaikan paling update, saya langsung menghubungi sekretariat GENTING pusat termasuk meminta data-data termutakhir mengenai program ini,” katanya.
Mustakim menjelaskan, angka stunting yang menjadi rujukan masih berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Hal itu disebabkan Kementerian Kesehatan tidak melaksanakan SSGI pada 2025.
“Hasil SSGI 2024, angka prevalensi stunting Butur 25,5 persen dan menempati posisi kedua terbanyak setelah Buton Selatan 28,2 persen,” jelasnya.
Baik Mustakim maupun Wabup Rahman sepakat perlu dicari penyebab utama tingginya angka stunting di Butur, mengingat ketersediaan bahan makanan bergizi di daerah tersebut dinilai cukup.

Wabup berharap ada edukasi khusus bagi Keluarga Risiko Stunting yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu pemilik baduta atau balita.
Dalam sesi diskusi, Ketua TP PKK Butur yang juga istri Bupati Butur turut memberi masukan berdasarkan pengamatannya di lapangan. Ia masih sering menemukan kasus pernikahan dini di beberapa wilayah Butur.
Peserta kegiatan terdiri dari pejabat Pemda Butur, mulai dari kepala dinas, staf ahli, asisten, kepala bidang, camat, kepala desa, hingga penyuluh KB. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Butur.
Kegiatan ditutup oleh Kepala Dinas PPKB Butur, Reni Surianty.
