Konawe

Cegah DBD, Dinkes Konawe Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

×

Cegah DBD, Dinkes Konawe Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Sebarkan artikel ini
Kadis Dinkes konawe, drg Mawar Taligana

Konawe, Portal.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe, mengimbau warga setempat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah kasush denam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.
“Cuaca antara musim penghujan dengan musim kemarau seperti sekarang ini kelembaban suhu udara yang tinggi menyebabkan nyamuk mudah untuk bersarang,” karta Kepala Dinkes Kabupaten Konawe drg Mawar Taligana, Sabtu.
Ia mengatakan, sudah ada kasus DBD yang terjadi untuk itu pihaknya meminta agar masyarakat waspada, terutama anak-anak yang rentan terserang nyamuk Aedes Aegypti.
Sehingga untuk mencegah penyakit itu, warga masyarakat disarankan melakukan pola hidup bersih dan sehat dengan cara melakukan aktivitas 3 M (menguras, menutup tampungan air, dan mengubur barang yang berpotensi menampung air).
Diketahui, DBD disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegepti. Penyakit ini ditandai dengan gejala khas seperti demam tinggi tanpa gejala lain, misalnya tanpa batuk, pilek, atau sesak napas.
Beberapa pasien juga mengeluhkan gejala nyeri di belakang mata, sakit kepala, nyeri sendi, hingga munculnya bercak merah pada kulit atau perdarahan.
wWlau termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tak jarang penyakit DBD menimbulkan korban jiwa jika tidak cepat ditangani. Terlebih lagi jika pasien DBD telah memasuki fase berbahaya dan terjadi pada anak-anak berusia lebih muda yang belum dapat mengutarakan kondisi. Oleh karena itu, tak sedikit pasien DBD kemudian dirawat di rumah sakit untuk dipantau lebih ketat kondisinya.
Mengenai perjalanan penyakit, ada tiga fase DBD, yakni hari 1-3 disebut fase febrile tanpa perdarahan. Dalam fase ini biasanya terjadi gejala awal seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri belakang bola mata. Setelah memasuki hari 4-5, demam cenderung turun. Pada tahap ini, pasien mulai memasuki fase kritis.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id