News

Diskusi & Silaturahmi di Bawah Naungan Merapi: Menemukan Makna Bekerja dan Berkomunikasi

×

Diskusi & Silaturahmi di Bawah Naungan Merapi: Menemukan Makna Bekerja dan Berkomunikasi

Sebarkan artikel ini
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr. Aqua Dwipayana. Foto: Istimewa.

Portal.id, SLEMAN – Udara sejuk di Omah Lembah Farm, Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Sleman, menjadi ruang diskusi hangat antara Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara dan 30 jurnalis mitranya pada Selasa, 25 Agustus 2026. Di bawah naungan Merapi, sesi sharing komunikasi dan motivasi bertajuk “Mengoptimalkan Kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Media” dihadiri langsung oleh Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, serta menghadirkan pakar komunikasi dan motivator nasional, Dr. Aqua Dwipayana.

Sebagai mantan jurnalis yang kini menjadi konsultan komunikasi doktor lulusan Universitas Padjadjaran, Dr. Aqua Dwipayana membedah secara mendalam pentingnya membangun hubungan emosional dan filosofi kerja berkelanjutan. Bagi Aqua, hubungan lembaga dan media tidak boleh berhenti pada batas administratif atau kerja sama teknis publikasi semata.

Salah satu pilar utama yang disorot dalam pemaparannya adalah transformasi mendasar dalam pengelolaan informasi publik. Menurutnya, lembaga penyiaran berita atau institusi keuangan seperti Bank Indonesia perlu beranjak dari sekadar “menjual kegiatan” menuju kemampuan “menyajikan cerita.”

Bagi pria kelahiran Pematang Siantar, 23 Januari 1970 itu, informasi yang bernilai atau valuable news harus memadukan rumus sederhana, yakni data + cerita + dampak. Media dan publik tidak hanya membutuhkan fakta, melainkan konteks yang jelas tentang mengapa isu tersebut penting, siapa tokoh yang dapat menjelaskan, serta apa dampak nyatanya bagi kehidupan warga.

Sinergi Tanpa “Londo Ireng” dan Pengelolaan Krisis

Mantan jurnalis Jawa Pos ini menyimbolkan hubungan media dan institusi bukan sekadar pelengkap atau alat seremonial, melainkan kemitraan strategis. Bahaya “ruang kosong” ketika terjadi isu sensitif atau situasi krisis ekonomi diingatkannya. Jika informasi resmi lambat disampaikan, ruang publik akan dengan cepat terisi oleh asumsi, opini, dan spekulasi yang memicu narasi negatif.

Meski demikian, dalam situasi krisis Aqua meyakini kecepatan informasi harus berjalan bersama akurasi. Jangan diam, jangan spekulasi. Cek, pahami, koordinasikan, lalu respons.

Salah seorang jurnalis, peserta Capacity Building Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi bersama Dr. Aqua Dwipayana. Foto: Istimewa.

Ia juga menekankan lima sikap utama agar komunikasi lembaga dengan media terjalin nyaman, yaitu responsif, terbuka, cepat memberikan data yang dapat dipublikasikan, konsisten, serta menghargai deadline jurnalis.

“Jangan hanya menjadi sumber berita, jadilah mitra informasi yang dipercaya,” pesannya.

Landasan 3B, 3K, dan Filosofi “4 Kartu As”

Bukan sekadar taktik media, Aqua membekali para peserta dengan prinsip hidup dan etos kerja universal. Konsep 3B diperkenalkannya sebagai pilar menuju hidup yang berkah dan bermakna:

  1. Berdoa: Langit sebagai sumber kekuatan untuk mendekatkan diri, memberi ketenangan, dan membuka jalan.
  2. Bekerja: Bumi sebagai tempat berjuang, bentuk ikhtiar terbaik untuk memberi manfaat dan menciptakan nilai.
  3. Bersyukur: Hati sebagai kunci kebahagiaan untuk melapangkan jiwa dalam setiap keadaan.

Dalam bekerja, ia mengingatkan agar tidak bekerja sebatas “sepenuh gaji,” melainkan “sepenuh hati.” Nilai rezeki jauh melebihi angka gaji; gaji bersifat materi dan terbatas, sedangkan rezeki datang dari keberkahan, ketakwaan, dan hubungan baik dengan sesama.

Foto bersama peserta Capacity Building 2026 dengan Kepala BI KPw Sultra dan Dr. Aqua Dwipayana. Foto: Istimewa.

Untuk memperkuat kapasitas diri dan integritas dalam pelayanan, Dr. Aqua mendorong penerapan 3K (Kredibilitas, Komitmen, Konsistensi) serta jurus 4 Kartu As:

  • Kerja Ikhlas (meniatkan pekerjaan sebagai ibadah),
  • Kerja Keras (usaha sungguh-sungguh dan jujur),
  • Kerja Cerdas (memahami cara dan konteks), serta
  • Kerja Tuntas (menyelesaikan tugas hingga memberi dampak nyata).

Sesi yang dikemas dalam bingkai komunikasi REACH + AC (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble, Action & Consistency) tersebut ditutup dengan pesan mengenai pentingnya menjaga silaturahim dan menghargai keluarga sebagai harta tak ternilai. Pertemuan di Pentingsari itu pun tidak hanya mempererat sinergi antara Bank Indonesia Sultra dan jurnalis, tetapi juga menjadi momentum perenungan bersama tentang makna bekerja, berkomunikasi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id