Sulawesi TenggaraWakatobiWisata & Kuliner

Kapal Pesiar Bawa 71 Wisatawan Dunia Untuk Menjelajah ke Wakatobi

×

Kapal Pesiar Bawa 71 Wisatawan Dunia Untuk Menjelajah ke Wakatobi

Sebarkan artikel ini
Kapal Pesiar
Kapal Pesiar. Foto : Ist

WAKATOBI, Portal.id – Sebanyak 71 Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Australia, Amerika, dan Jerman berkunjung ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (19/4/2024).

71 wisatawan mancanegara itu memilih agenda untuk berwisata ke Desa Sampela dan Hoga Island (Pulau Hoga) yang terletak di wilayah Kecamatan Kaledupa.

Puluhan wisatawan tersebut berwisata ke Kabupaten Wakatobi menggunakan kapal penjelajah dunia jenis cruise Motor Vessel (MV) Coral Geographer.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wakatobi Muhidin menjelaskan, kehadiran turis mancanegara tersebut menandakan bahwa mereka masih tetap tertarik pada tempat-tempat wisata (destinasi) yang ada di Wakatobi. Selain untuk berwisata, puluhan turis itu juga mengeksplor keanekaragaman hayati bawah laut di Wakatobi.

Hal itu menurut Muhidin, dapat membangkitkan pariwisata Wakatobi ke depan. Untuk itu Dispar Wakatobi akan berupaya memperbaiki tempat-tempat wisata khususnya pulau Hoga agar wisatawan yang berkunjung mendapat kepuasan, dan kenyamanan serta mampu memberikan kenangan yang tak terlupakan bagi para wisatawan.

“Kabupaten Wakatobi dengan panorama alam bawah laut yang menarik, serta pertunjukan budayanya yang unik merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang potensial untuk dikembangkan dengan prinsip “Sapta Pesona”. Tentu dengan cara menjaga kelestarian dan keberlangsungannya untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Wisatawan mancanegara menyambangi pulau Hoga di Kecamatan Kaledupa
Nampak puluhan wisatawan mancanegara menyambangi pulau Hoga di Kecamatan Kaledupa. Foto : Ist

Kata Muhidin, pariwisata merupakan salah satu industri yang mesti mengedepankan sapta pesona. Penerapan sapta pesona pada obyek wisata akan menciptakan citra baik, begitupun harapan wisatawan terhadap obyek wisata bisa terpenuhi dengan pelayanan yang diberikan.

“Obyek wisata perlu memperhatikan proses saat melayani wisatawan dimana itu dibangun dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman. Dampaknya wisatawan akan merasa betah, merasa puas dengan kunjungannya dan menciptakan kenangan indah bagi hidup mereka,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dispar Kabupaten Wakatobi Arif Rahman Syah menyampaikan, kunjungan wisatawan ke pulau Hoga dan Sampela berikutnya akan lanjut ke Pulau Tomia.

Selain itu, kata Arief Rahman Syah, expedisi pulau-pulau ke wilayah pesisir itu juga untuk mengeksplore flora dan fauna yang ada di pulau Hoga dan Huuntete di Pulau Tomia, sekaligus melihat langsung kondisi dan keadaan perkampungan suku Bajo di Sampela.

Wisatawan memilih tempat tersebut punya kesan tersendiri, lanjut Arief Rahman Syah, mereka menyatakan pulau Hoga sangat bagus dari beberapa tempat yang pernah mereka kunjungi. Karena di pulau Hoga dan Huuntete di pulau Tomia memiliki tumbuhan dan hewan (burung) endemik.

“Kami di Dispar memberikan informasi bahwa Wakatobi memiliki banyak tempat destinasi di setiap pulau dan budaya serta keragaman hayati yang luar biasa. Kita berharap dengan seringnya wisatawan mancanegara berkunjung ke Wakatobi akan memberikan citra positif terhadap perkembangan pariwisata kita,” harapnya.

Arief Rahman Syah menambahkan, terlepas dari itu juga, ada masukan dari pihak agen tournya bahwa di pulau Hoga perlu ada perbaikan jalan/track untuk berkeliling dilengkapi dengan papan informasi terkait dengan jenis tumbuhan dan hewan yang ada di pulau Hoga.

“Perlu ada toilet untuk laki-laki dan perempuan. Kemudian perlu juga ada peta pulau Hoga yang dilengkapi dengan informasi tourism yang dipasang permanen saat masuk di pulau Hoga,” terangnya.

Laporan Abdul Rizalno

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id