Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari secara resmi dan penuh optimisme menargetkan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada penilaian tahun 2026.
Target ambisius tersebut dicanangkan berdasarkan capaian evaluasi mandiri yang terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Bahkan, nilai Kota Kendari kini telah menembus angka di atas 900 poin, jauh melampaui standar kelayakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Langkah strategis menuju predikat tertinggi itu kini terus digenjot secara masif. Pemerintah Kota Kendari melalui DP3A melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari kebijakan pemerintahan, penyediaan fasilitas publik, hingga penguatan partisipasi masyarakat guna memastikan seluruh indikator penilaian Kota Layak Anak dapat terpenuhi secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kota Kendari, Sasriati menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme tinggi atas tren positif yang terus ditunjukkan daerah tersebut. Menurutnya, peningkatan nilai selama dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa arah kebijakan pemerintah daerah sudah berada di jalur yang tepat dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Nilai kita dalam dua tahun terakhir terus meningkat secara signifikan. Awalnya kami berharap hanya bisa mempertahankan predikat KLA Kategori Nindya, namun melihat potensi dan kerja keras seluruh elemen, target kita bisa naik hingga kategori Utama. Kami yakin potensi itu ada dan modalnya sudah kita miliki,” ujarnya, saat diwawancarai pakan lalu di Kantor Balai Kota Kendari.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat baru saja memberikan kesempatan kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk melakukan pemutakhiran data serta pengunggahan ulang dokumen pendukung penilaian KLA. Momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh tim teknis Pemkot Kendari untuk menyempurnakan seluruh berkas dan mendokumentasikan berbagai capaian yang telah direalisasikan di lapangan.
“Alhamdulillah, nilai Kota Kendari sudah berada di atas 900 poin. Angka ini sangat tinggi dan jauh di atas batas ambang evaluasi mandiri yang ditetapkan pemerintah pusat. Ini menjadi modal besar bagi Kendari untuk bersaing memperoleh predikat Kota Layak Anak kategori Utama tahun depan,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui perjalanan menuju kategori Utama tidaklah mudah. Masih ada sejumlah indikator yang terus diperkuat, terutama terkait penyediaan fasilitas publik ramah anak di berbagai sudut kota.
“Hal yang terus kita dorong adalah ketersediaan ruang-ruang ramah anak. Tidak hanya taman bermain, tetapi juga fasilitas umum, kantor pelayanan publik, hingga kawasan wisata unggulan yang aman dan nyaman bagi anak serta keluarga,” jelasnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, sejumlah destinasi wisata andalan Kota Kendari kini telah ditata sesuai standar ramah anak, di antaranya Pantai Nambo dan Kebun Raya Kendari. Kedua lokasi tersebut kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi, ruang bermain aman, serta ruang interaksi keluarga yang memenuhi indikator penilaian nasional.
“Pantai Nambo dan Kebun Raya Kendari kini telah ditata menjadi kawasan ramah anak yang utuh. Ini menjadi bagian penting dari indikator penilaian karena menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ruang gerak yang sehat bagi anak-anak,” tambahnya.
Selain itu, kebijakan kawasan bebas asap rokok di sejumlah lokasi wisata dan fasilitas umum juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Kebijakan tersebut dinilai penting dalam melindungi hak anak untuk mendapatkan udara bersih dan lingkungan sehat.
“Di Pantai Nambo misalnya, sudah ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok. Ada papan peringatan, petugas yang mengingatkan, dan kesepakatan bersama masyarakat. Ini menjadi indikator penting dalam penilaian Kota Layak Anak,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada kenyamanan lingkungan, Pemkot Kendari juga memperhatikan pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak. Sejumlah fasilitas publik kini mulai dilengkapi ruang laktasi yang memadai guna mendukung program pemberian ASI eksklusif bagi ibu menyusui.

Kepala DP3A menegaskan, pencapaian predikat Kota Layak Anak bukan semata-mata mengejar penghargaan, tetapi menjadi tolok ukur komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara menyeluruh.
“Bagi kami, predikat KLA bukan tujuan akhir, melainkan alat ukur seberapa serius kita melindungi anak-anak kita. Anak adalah aset masa depan, sehingga memastikan hak mereka untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam lingkungan yang aman adalah kewajiban bersama,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kota Kendari mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh warga untuk ikut berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan ramah anak.
Dengan nilai yang telah menembus 900 poin, dukungan fasilitas yang semakin lengkap, serta komitmen lintas sektor yang terus diperkuat, Kendari kini melangkah optimistis menuju tahun 2026 untuk membuktikan diri sebagai salah satu kota terbaik dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia serta meraih predikat bergengsi Kota Layak Anak kategori Utama. (ADV)






