Kendari, portal.id – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong petani setempat untuk menanam padi dengan cara organik, di mana saat ini di daerah itu sudah ada 450 hektare lahan padi organik.
“Lahan pertanian organik tersebut berada di Kecamatan Baruga dan Kecamatan Mandonga dan merupakan proyek percontohan untuk di Kota Kendari. Saat ini kita sedang mengembangkan padi Organik Owoha,” kata Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda, di Kendari, Minggu (12/5/24).
Menurut dia, Distan terus berupaya agar para petani mulai beralih dengan melakukan cara tanam secara organik.
Apalagi seperti diketahui, pola hidup masyarakat yang mulai berubah dan lebih sehat sehingga permintaan produk pertanian organik seperti beras semakin meningkat.

Selain itu, kelebihan dari beras organik selain bebas dari residu kimia yang seringkali ditemukan pada hasil pertanian konvensional, juga harganya jauh lebih tinggi sekitar 20-30 persen tergantung dari jenis serta kualitasnya dibandingkan dengan beras pada umumnya.
Mantan Camat Kendari Barat ini mengatakan, program pertanian pro organik yang saat ini sudah dikembangkan oleh petani di Kecamatan Baruga tepatnya di Amohalo dan di Kelurahan labibia Kecamatan mandonga juga telah memberikan hasil yang nyata dalam hal keberlanjutan lingkungan di mana hasil produksi gabah kering giling yang awalnya 4-5 ton gabah kering giling per hektare, sekarang sudah mencapai 9,6 ton per hektare.
Di sisi lain, harus diakui untuk mengubah pola pola pikir petani untuk beralih ke praktik pertanian organik memang menjadi kendala, tetapi namun dengan edukasi dan pendampingan para tenaga penyuluh yang secara rutin diadakan pihaknya diharapkan petani bisa mulai beralih pola pikirnya.
Untuk mendukung produksi padi organik tersebut, maka pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit, pupuk dan alsintan (alat dan mesin pertanian).
“Kami bersama BI memberika pelatihan integrated ecofarming berteknologi mikroba Alfa-fa kepada petani di Amohalo untuk menghasilkan produk-produk pertanian dan pangan sehat,” pungkasnya.

Gunakan Pupuk Organik
Untuk kesuksesan pengembangan padi oraganik tersebut, ia meminta para petani di daerahnya untuk memakai pupuk organik dalam rangka menjaga lahan pertanian tetap produktif sehingga kebutuhan pangan masyarakat tercukupi.
“Kami mengajak petani menggunakan pupuk ramah lingkungan atau organik, karena untuk mendapatkannya cukup dibandingkan dengan pupuk jenis lainnya,”
Ia menjelaskan pupuk organik ini bisa dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan, salah satunya dengan mengolah kotoran hewan ternak.
Ia mengatakan penggunaan pupuk organik secara masif, dapat mengembalikan kesuburan tanah yang bisa berdampak pada meningkatnya produksi pertanian serta membantu perekonomian petani.

Selain itu, menurut dia, pemakaian pupuk ramah lingkungan tersebut bisa menyediakan hasil pertanian yang lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat.
“Pencapaian produksi pertanian yang sesuai, memerlukan dukungan sarana dan prasarana, salah satunya adalah pupuk,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pupuk organik bisa menjadi opsi alternatif bagi petani dalam mengoptimalkan komoditas pertanian, yang saat ini sudah masuk masa tanam.
Ia mengatakan penggunaan pupuk organik saat ini memang harus dimasifkan, mengingat alokasi pupuk subsidi dari pemerintah terus mengalami penurunan.
Selain karena minimnya kuota pupuk subsidi lanjut, penggunaan pupuk organik juga dapat menjadikan unsur hara tanah kembali terjaga, sehingga tanaman dapat lebih subur.
Penggunaan pupuk organik memang masih perlu disosialisasikan kembali, agar para petani bisa beralih dari pupuk kimia.(adv)






