Portal.id, KENDARI – Sektor perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan pertumbuhan aset yang stabil hingga mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, sektor perbankan syariah mencuri perhatian dengan lonjakan penyaluran kredit yang sangat signifikan.
Data OJK menunjukkan pembiayaan atau kredit syariah meroket hingga 43,31 persen secara tahunan menjadi Rp4,94 triliun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kredit konvensional secara umum yang berada di level 4,86 persen yoy atau sebesar Rp54,43 triliun.
Meski sektor syariah melaju pesat, potret penyaluran kredit secara keseluruhan di Sultra masih didominasi oleh sektor konsumtif. Kredit konsumsi memegang porsi terbesar yaitu 48,5 persen, diikuti kredit modal kerja sebesar 32 persen, dan kredit investasi yang tertahan di angka 19,6 persen.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan stabilitas ini juga diimbangi dengan manajemen risiko yang sehat.
“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah terjaga dengan baik, ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital yang semakin luas dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bismi. melalu keterangan tertulisnya.
Secara geografis, Kota Kendari masih mendominasi mutasi perbankan di Sultra dengan total penyaluran kredit mencapai Rp23,09 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Keuangan (DPK) sebesar Rp20,45 triliun.












