#Advetorial#HeadlineMetro Kendari

Lestarikan Budaya, Pemkot Kendari Laksanakan Lomba Mondarima Osara

×

Lestarikan Budaya, Pemkot Kendari Laksanakan Lomba Mondarima Osara

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam rangka HUT ke 192 tahun Kota Kendari, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar pagelaran seni dan budaya, salah satunya, lomba Mondarima Osara yang berlangsung di pelataran Tugu Religi, Rabu (3/5/2023).

Lomba Mondarima Osara ini diikuti oleh Kepala OPD Lingkup Pemkot Kendari.

Ketua panitia pelaksana Lomba Mondarima Osara Sri Yunita mengatakan, pagelaran seni dan budaya ini diawali dengan lomba Mondarima Osara, sedangkan lomba Mombesara bakal berlangsung pada esok hari, Kamis (4/5/2023).

Peserta lomba Mondarima Osara dari Kepala OPD

“Peserta dari Mondarima Osara ini adalah seluruh pejabat eselon 2 mulai staf ahli hingga kepala OPD dan para lurah,” jelasnya.

Kata dia, Kedua lomba tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali budaya lokal kepada generasi saat ini.

“Tujuan pelaksanaan lomba ini untuk menghidupkan dan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Kota Kendari. Dalam lomba akan dinilai beberapa kriteria dari Lembaga Adat. Untuk pemenangannya akan diumumkan pada malam ramah tamah,” katanya.

Lurah Bungkutoko, Yusri Nandar, mengungkapkan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan yang mengangkat tema adat istiadat masyarakat setempat.

Peserta Lomba Mondarima Osara

” Saya senang dengan adanya lomba ini. Karna dengan ini kita bisa tahu dan mengerti dengan jelas bagaimana adat ini Jadi kita dapat pengetahuan baru, ” kata Yusri disela sela acara.

Sebagai orang bugis, Yusri mengaku tidak kesulitan dalam mengucap kata kata dalam “mondarima osara.

“Hanya ketika sudaj diatas dan berhadap hadapan, semuanya buyar.. Akhirnya ada yang di lupa, ” paparnya.

Pelaksanaan lomba Mondarima Osara cukup mendapat perhatian serius dari peaerta. Pasalnya berbagai dialeg diucapkan beberapa peserta yang tidak sesuai, salah satunya kata yang seharusnya “palalo” berubah jadi ‘palola’

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti lomba Mondarima Osara dan Mombesara sekira berjumlah 110 peserta. Selain Mondarima Osara, Kamis esok (4/5) akan digelar lomba Mombesara.

workshop Pendalaman Kalosara dan prosesi pernikahan adat pada masyarakat tolaki di Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (15/3).

Mondarima Osara adalah salah satu rangkaian prosesi dalam upacara adat pada masyarakat Suku Tolaki, dimana sebelum upacara adat dimulai, maka diawali dengan permohonan izin untuk memulai acara kepada pemerintah atau kepada sesepuh yang dihormati dalam wilayah tempat pelaksanaan adat. Lomba pada tahun ini difokuskan pada para pejabat lingkup Pemerintah Kota Kendari dengan tujuan mengangkat dan melestarikan budaya lokal.

Dinana, Permohonan izin untuk memulai acara ini dilakukan dengan menemui pemerintah setempat atau kepada sesepuh yang dihormati dalam wilayah tempat pelaksanaan acara adat.

Permohonan izin untuk memulai acara ini dilakukan dengan membawakan kalosara kepada pihak yang ingin diminta izinnya. Kalosara atau yang biasa disebut juga dengan kalo merupakan sebuah simbol hukum adat pada budaya tolaki.

Mondarima Osara

Untuk diketahui, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas pariwisata (Dispar) Kendari mengelar workshop Pendalaman Makna Kalosara dan Pernikahan Adat Masyarakat Tolaki yang berlangsung selama tiga hari yakni Senin-Rabu (13/15 Maret 2023).

“Kegiatan pemajuan kebudayaan daerah khususnya yang berkaitan dengan adat istiadat masyarakat Tolaki di Kota Kendari, diharapkan agar kita semua bisa lebih mengenal dan mempelajari kebudayaan serta menyerap kebudayaan ke generasi berikutnya,” kata Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, saat membuka kegiatan itu.

Dijelaskan, Kalosara adalah lambang pemersatu dan perdamaian yang sangat sakral yang merupakan sebuah simbol hukum adat pada kebudayaan masyarakat tolaki yang telah diwariskan turun temurun dan digunakan dalam berbagai aturan hukum adat seperti hukum dalam bidang pemerintahan, pertanahan, perkawinan, pewarisan, utang-piutang, konflik dan penyelesaiannya serta banyak bidang lainnya.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Advetorial#HeadlineMetro Kendari

Lestarikan Budaya, Pemkot Kendari Laksanakan Lomba Mondarima Osara

×

Lestarikan Budaya, Pemkot Kendari Laksanakan Lomba Mondarima Osara

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam rangka HUT ke 192 tahun Kota Kendari, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar pagelaran seni dan budaya, salah satunya, lomba Mondarima Osara yang berlangsung di pelataran Tugu Religi, Rabu (3/5/2023).

Lomba Mondarima Osara ini diikuti oleh Kepala OPD Lingkup Pemkot Kendari.

Ketua panitia pelaksana Lomba Mondarima Osara Sri Yunita mengatakan, pagelaran seni dan budaya ini diawali dengan lomba Mondarima Osara, sedangkan lomba Mombesara bakal berlangsung pada esok hari, Kamis (4/5/2023).

Peserta lomba Mondarima Osara dari Kepala OPD

“Peserta dari Mondarima Osara ini adalah seluruh pejabat eselon 2 mulai staf ahli hingga kepala OPD dan para lurah,” jelasnya.

Kata dia, Kedua lomba tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali budaya lokal kepada generasi saat ini.

“Tujuan pelaksanaan lomba ini untuk menghidupkan dan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Kota Kendari. Dalam lomba akan dinilai beberapa kriteria dari Lembaga Adat. Untuk pemenangannya akan diumumkan pada malam ramah tamah,” katanya.

Lurah Bungkutoko, Yusri Nandar, mengungkapkan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan yang mengangkat tema adat istiadat masyarakat setempat.

Peserta Lomba Mondarima Osara

” Saya senang dengan adanya lomba ini. Karna dengan ini kita bisa tahu dan mengerti dengan jelas bagaimana adat ini Jadi kita dapat pengetahuan baru, ” kata Yusri disela sela acara.

Sebagai orang bugis, Yusri mengaku tidak kesulitan dalam mengucap kata kata dalam “mondarima osara.

“Hanya ketika sudaj diatas dan berhadap hadapan, semuanya buyar.. Akhirnya ada yang di lupa, ” paparnya.

Pelaksanaan lomba Mondarima Osara cukup mendapat perhatian serius dari peaerta. Pasalnya berbagai dialeg diucapkan beberapa peserta yang tidak sesuai, salah satunya kata yang seharusnya “palalo” berubah jadi ‘palola’

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti lomba Mondarima Osara dan Mombesara sekira berjumlah 110 peserta. Selain Mondarima Osara, Kamis esok (4/5) akan digelar lomba Mombesara.

workshop Pendalaman Kalosara dan prosesi pernikahan adat pada masyarakat tolaki di Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (15/3).

Mondarima Osara adalah salah satu rangkaian prosesi dalam upacara adat pada masyarakat Suku Tolaki, dimana sebelum upacara adat dimulai, maka diawali dengan permohonan izin untuk memulai acara kepada pemerintah atau kepada sesepuh yang dihormati dalam wilayah tempat pelaksanaan adat. Lomba pada tahun ini difokuskan pada para pejabat lingkup Pemerintah Kota Kendari dengan tujuan mengangkat dan melestarikan budaya lokal.

Dinana, Permohonan izin untuk memulai acara ini dilakukan dengan menemui pemerintah setempat atau kepada sesepuh yang dihormati dalam wilayah tempat pelaksanaan acara adat.

Permohonan izin untuk memulai acara ini dilakukan dengan membawakan kalosara kepada pihak yang ingin diminta izinnya. Kalosara atau yang biasa disebut juga dengan kalo merupakan sebuah simbol hukum adat pada budaya tolaki.

Mondarima Osara

Untuk diketahui, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas pariwisata (Dispar) Kendari mengelar workshop Pendalaman Makna Kalosara dan Pernikahan Adat Masyarakat Tolaki yang berlangsung selama tiga hari yakni Senin-Rabu (13/15 Maret 2023).

“Kegiatan pemajuan kebudayaan daerah khususnya yang berkaitan dengan adat istiadat masyarakat Tolaki di Kota Kendari, diharapkan agar kita semua bisa lebih mengenal dan mempelajari kebudayaan serta menyerap kebudayaan ke generasi berikutnya,” kata Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, saat membuka kegiatan itu.

Dijelaskan, Kalosara adalah lambang pemersatu dan perdamaian yang sangat sakral yang merupakan sebuah simbol hukum adat pada kebudayaan masyarakat tolaki yang telah diwariskan turun temurun dan digunakan dalam berbagai aturan hukum adat seperti hukum dalam bidang pemerintahan, pertanahan, perkawinan, pewarisan, utang-piutang, konflik dan penyelesaiannya serta banyak bidang lainnya.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id