Kendari, portal.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BNKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam rangka percepatan penurunan stunting di tingkat Provinsi bertempat di Kendari 22-24 Juni 2023.
“Persoalan stunting merupakan persoalan bersama, olehnya itu pemerintah tidak akan berhasil mengakselerasikan penurunan stunting tanpa didukung oleh kerjasama berbagai pihak,” kata Sekretaris BKKBN Sultra, Muslimin, saat membuka kegiatan itu, di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan, kegiatan pemberdayaan ini sangat penting dilakukan karena sebenarnya masyarakat di tingkat kampung memiliki potensi untuk berkembang menjadi mandiri.
“Di dalam kampung bekualitas, seluruh keluarga harus diberdayakan agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi mumpuni baik dari segi kesehatan maupun ekonomi demi pembangunan daerah,” katanya.

Menurut Muslimin, pendekatan melalui kampung keluarga berkualitas ini dengan cara memberikan pengetahuan, pemahaman dan diberdayakan secara baik dan maksimal kepada setiap keluarga, sehingga setiap keluarga mampu menggali dan mengembangkan potensi-potensi daerah untuk pemenuhan asupan gizi.
Ia menambahkan, guna mencapai pemenuhan pendekatan tersebut, maka dibutuhkan kolaborasi dan kerja secara penta helix dari setiap pihak baik dari masyarakat, lembaga-lembaga terkait maupun pemerintah. Sehingga, maksud dan tujuan dari upaya tersebut bisa tercapai secara baik dan maksimal.
Sementara itu, ketua Panitia melaporkan bahwa sasaran kegiatan yakni kabupaten/kota yakni OPD Dalduk dan KB tingkat kabupaten/kota, Kepala Desa Kampung Keluarga Berkualitas, PKK Kabupaten/kota, Kader Dashat, PKB/PPPK dan sasaran Peserta Provinsi yakni Korem 143 Haluoteo, KODIM 1417 Kendari, BKKBN Provinsi, DP3AKB provinsi.
Sedangkan pemateri dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari itu berasal dari PIC Stunting Provinsi, Forum Rektor Indonesia, BKKBN Pusat dan perwakilan BKKBN Sultra.






