#Headline

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Sultra Gencar Lakukan Promosi dan KIE di Wilayah Khusus

×

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Sultra Gencar Lakukan Promosi dan KIE di Wilayah Khusus

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (BKKBN Sultra) gencar melakukan upaya dalam menurunkan angka stunting, salah satunya melalui Promosi dan KIE di Wilayah Khusus.

Sekretaris BKKBN Sultra, Muslimin S,H.,MM, mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan fokus penguatan dari sisi SDM melalui satgas stunting Serta Kolaborasi Lintas Sektor.

“Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Penguatan sisi SDM sudah ada satgas di Tahun ini lebih fokus 1 Technical Assistant untuk satu 1 kabupaten,” kata Muslimin saat membuka kegiatan itu, di Kendari, Jumat (3/3/23).

Dijelaskan, dalam upaya penanganan stunting, Pemerintah sudah menargetkan Program Penurunan Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang. Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka prevalensi stunting Sultra sebanyak 27,7 persen dari sebelumnya tahun 2021 yakni 30,2 pesen.

“Meskipun turun sebanyak 2,5 persen namun Provinsi Sultra masih masuk kedalam 12 wilayah khusus dengan angka stunting tinggi di Indonesia,” katanya.

Pada momen kegiatan tersebut hadir pula para Kepala dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) dari 17 kab/kota yang tergabung dalam Perkumpulan Kepala Dinas (PERKADIS) Bangga Kencana Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya dari Forum Rektor Indonesia Provinsi Sultra, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Serta Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding, dalam kesempatannya mengatakan telah melakukan pertemuan bersama Tim Pakar untuk menentukan locus Audit Kasus Stunting yang dipaparkan kepada Walikota Kendari, selain itu inovasi terus dilakukan salah satunya menginisiasi “Gerakan Keluarga Sakinah Bebas Stunting” dan “Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting.

Jahudding mengatakan, perlunya perubahan mental yang dilakukan dari hulu mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, juga balita.

“Melalui GenRe, PIK Remaja, Bina Keluarga Remaja dan mimbar-mimbar bisa memberikan edukasi tentang pentingnya penyiapan kehidupan berkeluarga,” kata Jahudding.

Senada dengan hal tersebut, Ruwiyah, S.P., M.Kes dari Forum Rektor Indonesia Provinsi Sultra menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik dengan kelompok sasaran prioritas seperti Ibu hamil, Ibu Menyusui dan anak usia 0-23 bulan.

“Selain itu dengan sasaran penting yakni remaja dan Wanita usia subur serta anak usia 24-59 bulan, selain itu intervensi gizi sensitif diperlukan seperti peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan akses pangan bergizi, peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak,” katanya.

Kegiatan promosi dan KIE ini menjadi momen diskusi antara BKKBN Sultra dan Kepala Dinas melalui PERKADIS Bangga Kencana untuk berkolaborasi dalam melakukan percepatan penurunan stunting Tahun 2024. Karena dihadiri langsung oleh Deputi KS-PK BKKBN RI Nopian Andusti, menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hambatan dan strategi mengenai Penguatan Pelaksanaan Program Bangga Kencana Di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023.

Dalam paparannya, Deputi KS-PK BKKBN RI juga berbagi pengalaman kepada para Kepala Dinas terkait Pengelolaan Anggaran Dana BOKB, beliau juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Kota Se Sulawesi Tenggara atas capaian realisasi dana BOKB pada angka 91,7 yang mana angka tersebut diatas rata-rata capaian Nasional yakni 87,7 persen.

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id