Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB bersama Mako Lanal Kendari berkolaborasi mempercepat penurunan stunting di daerah itu.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kendari, Andi Dadjeng, mengatakan salah satu bentuk keterlibatan Lanal adalah ikut berpartisipasinya Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari, sebagai bapak Asuh balita beresiko stunting di daerah itu.
Bahkan kata Dadjeng, ia bersama Danlanal Kendati kerap mengunjungi langsung Balita beresiko stunting yang merupakan balita asuh dari Danlanal Kendari.

Menurut Dadjeng, Danlanal Kendari tidak tangung-tanggung mengasuh 10 balita beresiko stunting yang tersebar di Kota Kendari.
Teranyar kata Dadjeng, ia mendampingi Danlanal Kendari mengunjungi balita asuhnya di Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Kadia dan Kambu.
Dalam kunjungan tersebut, selain memberikan sembako untuk tambahan asupan gizi, juga memberikan edukasi tentang pola asuh anak yang baik dan benar.
“Para orang tua asuh membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga badannya menjadi lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata tinggi anak seusianya. Tidak hanya sampai disitu, tetapi orang tua asuh juga memberikan pendampingan terhadap balita beresiko stunting,” katanya.

Ia berharap, predikat Kota Kendari sebagai daerah dengan jumlah angka prevalensi stunting terendah di sultra tahun 2022 bisa tetap disandang pada tahun 2023 melalui gerakan orang tua asuh balita bebas stunting yang massif.
Kota Kendari memiliki angka prevalensi balita stunting terendah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yaitu 19,5 persen. Jumlah ini kata dia, bisa terus diturunkan dengan gerakan orang tua asuh stunting, dengan adanya orang tua asuh stunting ini dirinya berharap orang tua asuh melakukan sejumlah upaya untuk menurunkan kasus stunting di wilayahnya,” katanya.
Ia menambahkan, masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.






