#Headline

Percepat Penurunan Stunting, DP3APPKB bersama BKKBN Sultra Bangun Sinergi Hingga ke Pemerintah Desa/kelurahan

×

Percepat Penurunan Stunting, DP3APPKB bersama BKKBN Sultra Bangun Sinergi Hingga ke Pemerintah Desa/kelurahan

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – BKKBN, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat ini dipimpin Abdul Rahim sebagai Kepala Dinasnya berperan aktif dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.

Tidak tanggung-tanggung, Abdul Rahim yang mantan Kepala Dinas PUPR Sultra itu bertekad menurunkan angka stunting di Sultra hingga nol persen atau zero growth stunting.

Stunting ini adalah problem yang serius bagi Sulawesi Tenggara dan merupakan masalah yang ngeri-ngeri tapi tidak sedap. Kalau ngeri tapi sedap masih bagus, karena masih ada sedapnya. Tapi kalau ngeri tidak sedap tentu tidak ada bagusnya, karena disamping kasus stunting ini ngeri sebab bisa menghancurkan masa depan anak cucu, masa depan daerah dan masa depan bangsa, juga terdengar tidak sedap karena Indonesia atau khususnya Sulawesi Tenggara ini tanahnya subur dan hasil lautnya kaya dengan jenis ikan berkelas. Kok, bisa ada stunting?

Demikianlah pemikiran beliau saat menyampaikan sambutan dan materinya di beberapa kecamatan di 3 Kabupaten Buton, yakni Buton Selatan, Buton (induk) dan Buton Tengah, dalam rangka merealisasikan kegiatan Fasilitasi, Pembimbingan, Penguatan dan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut beliau menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni mengikutsertakan Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, Komunikasi, Informasi, Edukasi dan Kehumasan (HALAKIEMAS), Dr.H.Mustakim,M.Si.

Beberapa pertimbangan Rahim menggandeng Ketua Tim Kerja Halakiemas antara lain materi yang akan disampaikan berkaitan dengan Advokasi dan KIE tentang 1000 HPK yang tentunya sesuai jabatan Mustakim di BKKBN. Kedua, Mustakim juga memiliki kelebihan lain dalam memberikan materi misalnya menggunakan pendekatan agama yang dapat menyentuh warga desa dan kecamatan dalam memahami persoalan stunting dengan keyakinan mereka. Itulah sebabnya, dalam setiap hari Jum’at Mustakim juga selalu diberi kesempatan berkhutbah di salahsatu masjid di kecamatan lokasi kegiatan dengan materi khutbah tentang stunting.

Hal ini tentu memberikan keuntungan lain bagi tim yang turun ke lapangan tersebut karena bisa menyampaikan masalah stunting kepada para suami atau kaum laki-laki, mengingat peserta dalam kegiatan resmi yang digelar tim DP3APPKB Sultra di tiap kecamatan 99 persen adalah kaum perempuan sementara kaum laki-laki khusunya para suami juga penting untuk memahami persoalan stunting ini.

Selain itu, Mustakim juga piawai dalam membuat rilis berita dan dekat dengan media, sehingga sangat membantu dalam mengekspos setiap kegiatan.

Sinergitas yang dilakukan DP3APPKB tidak sebatas dengan Perwakilan BKKBN Prov. Sultra, tetapi juga menggandeng dinas kesehatan dan dinas PPKB setempat untuk menjadi nara sumber tambahan selain dari Perwakilan BKKBN dan DP3APPKB Prov. Sultra sendiri.

Selain itu dilibatkan juga para camat yang wilayahnya ditempati kegiatan yakni diberi peran sebagai moderator. Ini juga strategis mengingat para camat, selain jabatannya sebagai camat juga sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di wilayahnya.

Pada beberapa kecamatan bahkan diundang seluruh kepala desa/lurah untuk turut serta memberikan dukungan berupa komitmen penurunan angka stunting di wilayah kerjanya masing-masing.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3APPKB Prov. Sultra, Darmawan, yang juga selalu hadir dalam kegiatan lapangan tersebut, dipilihnya 3 kabupaten di wilayah Buton (Buton Selatan, Buton, dan Buton Tengah) ini bukan tanpa alasan. Alasan yang paling utama adalah karena ketiga kabupaten tersebut, sesuai hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 merupakan kabupaten tertinggi angka stuntingnya di Sulawesi Tenggara, yakni 37,1 persen di Buton Selatan; 37, 2 di Buton (induk); dan 36,8 di Buton Tengah. Sedangkan kecamatan-kecamatan yang menjadi tempat/lokasi kegiatan di 3 kabupaten tersebut adalah kecamatan yang juga memiliki angka tertinggi di kabupatennya versi pengukuran Elektronik Pencatatan Pelaporan Berbasis Gizi Masyarakat (EPPGBM) pada awal tahun 2024.

Sasaran tersebut menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Tim Penurunan Stunting DP3APPKB Prov. Sultra adalah dalam rangka “membidik sasaran utama!”

Saat ini keberadaan tim tersebut di wilayah Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, sesuai surat tugas tanggal yang mereka emban tanggal 19 Juni di Kec. Mawasangka (induk), tanggal 20 Juni di Mawasangka Tengah dan tanggal 21 Juni di Mawasangka Timur.*

Penulis: Mujahidin/Mustakim

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id