#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Terkendala Pasokan Air, Petani Sawah di Kendari Sulit Panen Tiga Kali Setahun

×

Terkendala Pasokan Air, Petani Sawah di Kendari Sulit Panen Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Petani sawah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sulit untuk bisa mengejar panen tiga kali dalam satu tahun. Hal itu terkendala dengan pasokan air di daerah itu.

Di mana, sawah di Kendari hanya bisa panen dua kali dalam satu tahun.

“Kita mau kejar tiga kali setahun panennya, harus pakai bibit inpari, tapi sawah Kota Kendari ini terkendala air. Musim hujan tergenang dan tunggu air surut baru lahannya bisa digarap. Kalau  kemarau sulit air,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Ratriyansyah Halip. Kamis (24/7/2025).

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan sistem irigasi dan pemberian bantuan alat produksi pertanian atau Alsintan.

“Yang menjadi kendala petani untuk melakukan penanaman tiga kali setahun karena tidak didukung dengan sistem irigasi yang memadai, sehingga petani hanya bisa melakukan penanaman dua kali dan sebagian ,” katanya.

Menurut dia, kalau sistem drainase baik dan mampu mengatur distribusi air ke semua sawah, maka kita bisa panen tiga kali dalam setahun sesuai target yang diberikan pemerintah

“Area pertanian padi di Kendari rata-rata hanya bisa panen dua kali dalam satu tahun, tetapi masih bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun jika didukung sistem irigasi yang memadai dan alat pertanian lengkap,” katanya.

Masalahnya kata dia, karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah sehingga pembenahan drainase tidak bisa dilakukan sekaligus berdasarkan kebutuhan, namun dilakukan pembenahan secara bertahap.

“Sehingga kita juga sangat mengharapkan dukungan dana dari pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) pengembangan irigasi dalam upaya meningkatkan produksi pangan menuju terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Ratriyansyah Halip

Disebutkan, luasan sawah di Kota Kendari adalah 355 hektare yang tersebar di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Baruga (desa amohalo) seluas 320 hektare, sedangkan di Kecamatan Mandonga (Kelurahan Labibia) seluas 35 hektare.

“Dari 355 hektare tersebut, sudah ditanami pada bulan Juni dan Juli 2025. Tiga sampai empat bulan kedepan masuk masa panen kedua,”terangnya.

Ia menambahkan, untuk hasil produksi padi khusunya di Amohalo dalam satu hektare bisa mencapai 5,5 ton-6 ton. Sementara di Labibia bisanya bisa mencapai 4,5-5 ton.

“Dari luasan sawah tersebut hanya sebagian yang bisa berproduksi maksimal akibat tidak didukung sistem drainase yang baik, sehingga sebagian sawah itu masih tergantung dari air hujan atau sawah tadah hujan,” katanya.

Dia juga mengatakan, periode Januari-April 2025, pihaknya sudah mendistribusikan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK sebanyak 65,1 ton kepada kelompok tani di lima Kecamatan se-Kota Kendari.

“Jumlah penyaluran pupuk urea itu 28.850 kilogram, sedangkan pupuk NPK 36.250 kilogram,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk wilayah kecamatan yang sudah tersalurkan pupuk bersubsidi tersebut, antara lain Kecamatan Baruga 54.450 kilogram, Kambu 2.000 kilogram, 4.750 kilogram, dan Poasia 2.550 kilogram.

“Sementara untuk Kecamatan Wuawua didistribusikan khusus untuk pupuk jenis NPK sebanyak 1.350 kilogram,” ujarnya.

Dia menyampaikan persentase penyaluran pupuk bersubsidi untuk sementara 25,9 persen jenis urea dan 23,39 persen dari jumlah alokasi yang diterima oleh Kota Kendari.

“Alokasi pupuk bersubsidi di 2025 itu Urea 115.000 kilogram dan NPK 155.000 kilogram,” ungkapnya.

Suasana panen di persawahan Amohalo

Dia menjelaskan, pengalokasian pupuk bersubsidi untuk setiap kecamatan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota No. 1637 Tahun 2024. Selain itu, penyaluran pupuk untuk kelompok tani berbasis data petani yang terdata di rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Data kelompok tani di RDKK ini ter-input di Kementerian Pertanian dengan pendampingan penyuluh pertanian di setiap kecamatan,” jelasnya.

Dalam alokasi pupuk subsidi, wilayah yang paling banyak mendapat alokasi dan distribusi pupuk di Kecamatan Baruga karena di wilayah tersebut banyak lahan sawah.

“Penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan petani yang disediakan kios pengecer ataupun distributor. Jadi alokasinya itu sesuai kebutuhan petani, kita Dinas Pertanian hanya menyiapkan, yang menebus itu petani sesuai kebutuhan mereka,” sebutnya.

Ia menyampaikan saat ini ada sekira 371 NIK kelompok tani yang terdaftar di website RDKK penerima alokasi pupuk bersubsidi di Kendari.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id