Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) rutin melaksanakan pasar tani sebagai kegiatan pengendalian inflasi pangan daerah.
“Kami rutin melaksanakan pasar tani setiap hari Kamis di depan Kantor Dinas Pertanian, salah satu tujuannya untuk membantu perekonomian para petani sekaligus dalam rangka mendukung program penanganan dampak inflasi pangan daerah,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Selain terpusat di Kantor Dinas Pertanian kata dia, kegiatan Pasar Tani juga dilaksakaakan pada moment pasar pangan murah yang dilakukan di seluruh kecamatan se Kota Kendari.
“Pasar tani yang dilakukan pada beberapa moment mendapat sambutan baik dari masyarakat. Produk pertanian yang di jual di pasar tani kualitasnya sama dengan sayur yang dijual di pasar swalayan. Sayur yang dijual di pasar tani tersebut kualitasnnya sangat bagus, tidak seperti yang dijual di pasar traditional,” katanya.
Keberadaan pasar tani yang diyakini dapat menjaga stabilitas harga produk pertanian di pasaran disamping membantu perekonomian para petani lokal. Sementara bagi masyarakat pembeli akan memperoleh produk yang segar karena penjualnya adalah petani langsung mengambil dari lahan pertanian setempat.
“Disamping itu, kegiatan dilaksanakan sebagai sarana dan wadah kelompok tani sekaligus sebagai wadah strategi untuk memasarkan komoditas hasil produksi tani,” katanya.

Dikatakan, sejak dihadirkannya Pasar Tani pada 2019, sudah memberikan dampak positif bagi para petani lokal yang ada di kota Kendari.
Bahkan terjadi peningkatan pada tahun 2022, di mana keuntungan para petani yang didapatkan meningkat cukup signifikan setelah dipromosikan.
“Beberapa hasil pertanian yang selama ini belum dikenal, sejak kita promosikan di Pasar Tani menjadi dikenal. Bahkan pasarannya bukan hanya untuk masyarakat Kota Kendari, tetapi ada yang sampai keluar kota,” katanya.
Menurut dia, Pasar Tani ini memang diperuntukkan sebagai media promosi hasil pertanian dari kelompok-kelompok tani di Kota Kendari, di mana, hingga saat ini ada kurang lebih 100 kelompok tani yang telah terdaftar di Dinas Pertanian Kota Kendari.
“Mereka bergerak pada budidaya tanaman pangan seperti jagung, ubi, padi serta buah-buahan dan sayur-sayuran,” katanya.
Dijelaskan, pasar tani diselenggarakan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pokok pokok berkualitas dengan harga terjangkau, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan akses pokok pokok bagi masyarakat yang aman dan mencukupi.
Selain menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau masyarakat kata dia, juga berfungsi untuk memotong tatanan distribusi bahan pangan sehingga petani dapat memiliki keuntungan yang signifikan.
Beberapa hasil tani yang dijual dan dipromosikan di Pasar Tani yaitu sayur hidroponik, buah melon hidroponik, salak hidroponik, dan produk hortikultura lainnya.
Ia mengatakan, harga jualnya berada di bawah harga pasar, dengan kelebihan produk tidak menggunakan pestisida dan pupuk anorganik sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Bahkan beberapa produk hasil pertanian petani lokal tersebut telah memiliki sertifikat layak konsumsi dari BPOM.
Untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian tersebut, Dinas Pertanian Kota Kendari memberikan pembinaan seperti penggunaan pupuk organik.
“Di samping untuk keamanan pangan, pada saat kita mau promosikan untuk sertifikat layak konsumsi dari BPOM, jadi tidak menyusahkan kita,” ucapnya.
Ia mengaku pihaknya tidak membatasi kelompok tani yang ingin bergabung untuk mempromosikan dan menjual hasil pertaniannya. Harga jualnya pun berada di bawah harga pasar dengan kelebihan produk yang dijual yaitu tidak menggunakan pestisida dan pupuk anorganik sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Ratriyansyah Halip. Ia mengatakan Pasar Tani itu merupakan upaya pemerintah untuk memfasilitasi pemasaran hasil pertanian petani lokal di Kota Kendari, sehingga secara tidak langsung meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam bidang pemasaran.
Dia menyebutkan tujuan diadakannya Pasar Tani meningkatkan akses petani secara langsung dengan konsumen dan pasar, membangun jaringan pemasaran dan menyediakan sarana pemasaran sebagai ajang promosi, penumbuhan rasa cinta terhadap produk lokal.
Pasar Tani yang diadakan Dinas Pertanian Kota Kendari bersama Kantor perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dengan menggandeng para petani lokal di Kota Kendari.
“Di Pasar Tani disediakan berbagai macam sayuran yang terjamin sehat tanpa menggunakan pestisida dan Pasar Tani diadakan sekali dalam sepekan,” tuturnya.
Selain sayuran, berbagai produk olahan lokal dengan harga yang ditawarkan pun terjangkau bagi masyarakat. Adanya Pasar Tani yang digelar di halaman kantor Dinas Pertanian Kota Kendari ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dari petani-petani di Kota Kendari.






