#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Distan Kota Kendari Bersama BRIN Bangun Rumah Burung Hantu Usir Hama Tikus di Persawahan Amohalo

×

Distan Kota Kendari Bersama BRIN Bangun Rumah Burung Hantu Usir Hama Tikus di Persawahan Amohalo

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun rumah burung hantu (rubuha) untuk mengusir hama tikus di areal persawahan di Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.

Kepala Distan Kota Kendari Makmur mengatakan bahwa pemanfaatan rubuha merupakan strategi pengendalian hayati yang ramah lingkungan dan efektif untuk mengurangi populasi tikus yang selama ini menjadi ancaman utama terhadap hasil panen petani.

“Kami telah membangun satu rubuha berkolaborasi bersama BRIN dengan melibatkan kelompok tani beberapa minggu lalu di kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga, dan semoga ini bisa menjadi contoh bagi kelompok tani yang lain” katan Makmur saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Lanjut dia, Rubuha merupakan sarang buatan untuk menarik burung hantu jenis Tyto alba agar bersarang dan berkembang biak di sekitar lahan pertanian.

Dia menyebutkan bahwa metode rubuha ini diharapkan bisa mengendalikan hama tikus sehingga produksi padi terjaga dengan baik, karena burung hantu ini adalah predator alami tikus sawah yang dapat memangsa 5–10 ekor tikus per malam.

“Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih baik, tetapi juga turut menjaga keseimbangan ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa pengendalian hayati dengan metode rubuha tersebut juga dinilai hemat biaya karena bisa dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar tempat petani.

“Rumah burung hantu dibuat dari papan kayu ukuran standar, dipasang pada tiang atau pohon setinggi 4–6 meter,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data kawasan, persawahan Amohalo memiliki potensi pertanian yang cukup luas dan produktif, namun sering mengalami serangan hama tikus yang merusak tanaman padi, terutama saat fase generatif (pembentukan malai).

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Ratriyansyah Halip mengatakan kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga seluas 320 hektare.

“Dari 320 hektare tersebut, sudah ditanami pada bulan Juni dan Juli 2025. Tiga sampai empat bulan kedepan masuk masa panen kedua,”terangnya.

Ia menambahkan, untuk hasil produksi padi khusunya di Amohalo dalam satu hektare bisa mencapai 5,5 ton-6 ton. Untuk setahunnya bisa menghasilkan padi sekitar 3.520 ton.

Dia juga mengatakan, sawah di Amohalo hanya bisa panen dua kali dalam setahun. Hal itu terkendala dengan pasokan air.

“Kita mau kejar tiga kali setahun panennya, harus pakai bibit inpari, tapi sawah Kota Kendari ini terkendala air. Musim hujan tergenang dan tunggu air surut baru lahannya bisa digarap. Kalau  kemarau sulit air,” ungkapnya.

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan sistem irigasi dan pemberian bantuan alat produksi pertanian atau Alsintan.

“Yang menjadi kendala petani untuk melakukan penanaman tiga kali setahun karena tidak didukung dengan sistem irigasi yang memadai, sehingga petani hanya bisa melakukan penanaman dua kali dan sebagian ,”katanya.

Menurut dia, kalau sistem drainase baik dan mampu mengatur distribusi air ke semua sawah, maka kita bisa panen tiga kali dalam setahun sesuai target yang diberikan pemerintah.

“Area pertanian padi di Kendari rata-rata hanya bisa panen dua kali dalam satu tahun, tetapi masih bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun jika didukung sistem irigasi yang memadai dan alat pertanian lengkap,” katanya.

Masalahnya kata dia, karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah sehingga pembenahan drainase tidak bisa dilakukan sekaligus berdasarkan kebutuhan, namun dilakukan pembenahan secara bertahap.

“Sehingga kita juga sangat mengharapkan dukungan dana dari pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) pengembangan irigasi dalam upaya meningkatkan produksi pangan menuju terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Disebutkan, luasan sawah di Kota Kendari adalah 355 hektare yang tersebar di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Baruga (desa amohalo) seluas 320 hektare, sedangkan di Kecamatan Mandonga (Kelurahan Labibia) seluas 35 hektare.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id