Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian Kota Kendari saat ini tengah memfokuskan program kerjanya pada pengembangan sektor pertanian, khususnya penanaman kopi di wilayah Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penguatan pada tanaman sayuran dan pangan pokok, sementara untuk jenis tanaman buah-buahan masih dalam tahap survei dan pemetaan potensi.
“Saat ini kita fokus di tanaman sayuran. Untuk jenis buah-buahan kami masih melakukan survei. Kami ingin semua kecamatan memiliki komoditas unggulan, namun tetap harus disertai dengan komoditas wajib seperti kopi,” jelasnya, saat ditemui diruang kerjanya.
Menurutnya, strategi pengembangan pertanian yang diterapkan menggabungkan antara komoditas jangka pendek dan jangka panjang. Komoditas jangka pendek seperti sayuran diharapkan bisa memberikan hasil cepat untuk kebutuhan harian masyarakat, sementara komoditas jangka panjang seperti kopi dapat menjadi investasi pertanian yang berkelanjutan.
“Untuk itu, kita akan kembangkan bersama komoditas jangka panjang dan jangka pendek dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pertanian,”pungkasnya.

Upaya pengembangan kopi ini sejalan dengan program pemerintah untuk menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, diharapkan produksi kopi Indonesia khususnya di Kota Kendari dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kota Kendari, Zulkarnaim menjelaskan, potensi untuk tanam kopi di Kota Kendari sangat luas, karena ada beberapa lahan kopi yang tersebar seperti di daerah Nanga-nanga, Abeli, Kemaraya, Kendari Barat, Puuwatu dan di Amohalo Baruga.
“Tahun 2022 lalu, Dinas Pertanian telah memberikan bantuan bibit tanaman kopi kepada kelompok tani di Lapulu sekitar 2 hektare, sementara Kelompok Tani di Nanga-Nanga sekitar 7 hektare, sekarang sudah panen dan alhamdulliah berhasil,”katanya.
Ia menambhakan, kopi yang ditanam itu adalah kopi robusta, sesuai bibit yang diusulkan kelompok tani Binaan Dinas Pertanian Kota Kendari.
“Saat ini, Dinas Pertanian hanya memberikan bantuan bibit kopi robusta, karena masih sangat diminati bagi pecinta kopi di Sultra khususnya di Kota Kendari,”katanya.
Dikatakannya, syarat untuk mendapatkan bibit tersebut sangat mudah, cukup memiliki kelompok tani aktif yang sudah terdaftar di sitem informasi penyuluh pertanian (simluhtan) Kementerian Pertanian dan mengusulkan berapa banyak kebutuhan bibit melalui proposal ke Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di kecamatan masing-masing.
“Untuk mendapatkan bibit tersebut harus mempunyai kelompok tani atau paling tidak harus masuk sebagai anggota kelompok tani. Setelah itu buat proposal, lalu diusulkan ke Balai Penyuluhan Pertanian di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Setalah itu, turun di verifikasi, untuk cek kelompok tani apakah sudah terdaftar di Simluhtan atau tidak, kemudian anggota kelompoknya ada, lahannya ada, dan siap menerima bantuan kami fasilitasi.
“Intinya, kami siap memfasilitasi petani dalam pengadaan bibit serta dukungan dalam bentuk penyuluhan kepada petani,”ujarnya.
Untuk penyuluhan, dinas pertanian menyediakan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas memberikan informasi, bimbingan, dan pelatihan kepada petani terkait teknologi pertanian, manajemen usaha tani, dan praktik pertanian yang baik.
Selain itu, dinas Pertanian juga akan membantu petani dalam memasarkan hasil panen, baik di pasar lokal maupun ekspor.
“Alhamdulilah, sudah ada yang siap menerima dan membeli hasil panen petani yaitu pemilik Kopi Kahawaku yang ada di Kecamatan Baruga,”katanya.
Untuk itu, dia berharap kepada petani kopi agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas kopinya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan mengembangkan potensi kopi di daerah tersebut.






