#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Dinas Pertanian Kendari Mulai Kembangkan Budidaya Padi Gogo Lewat Program Demplot

×

Dinas Pertanian Kendari Mulai Kembangkan Budidaya Padi Gogo Lewat Program Demplot

Sebarkan artikel ini
Padi gogo di kebun BPP Kecamatan Puuwatu

Kendari, portal.id – Dalam rangka mendukung swasembada pangan, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari mulai mengembangkan budidaya padi gogo lewat program demplot (demontrasi plot) di daerah itu.

Kepada Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur mengatakan, padi gogo adalah jenis padi yang ditanam di lahan kering, berbeda dengan padi sawah yang membutuhkan pengairan.

“Kita sudah tananam padi gogo dengan cara demplot di BPP Kecamatan Puuwatu sebagai kebun percontohan dalam mengembangkan budidaya padi gogo di Kota Kendari,”ujar Makmur saat diwawancarai dikantornya, Selasa (5/8/2025).

Sebenarnya, kata Makmur, padi gogo ini bagus untuk dibudidayakan oleh petani yang mempunyai lahan kering, karena padi gogo ini tidak membutuhkan air seperti padi sawah.

“Insyaallah, kita akan coba kembangkan budidaya padi gogo di Kendari, sebagai upaya untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan, khususnya di lahan kering,”ujarnya.

Suasana penanaman padi gogo di kebun BPP Kecamatan Puuwatu

Dia juga mendorong petani untuk melakukan tumpang sari, misalnya menanam padi gogo di antara tanaman jagung dan lainnya, untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan hasil panen.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Kepala Ratriyansyah Halip menambahkan, demplot adalah metode penyuluhan pertanian dengan cara membuat petak percontohan di lahan petani untuk menunjukkan cara bertanam yang baik dan benar.

“Demplot ini bertujuan untuk memberikan contoh nyata kepada petani serta untuk memperkenalkan varietas-varietas padi gogo unggul,”ujar Ratriyansyah Halip.

Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya beberapa petani di Kota Kendari telah menanam padi gogo di lahan kering, namun seringkali mengalami kendala akibat serangan hama tikus dan burung, yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan.

“Tikus dapat merusak bibit, tanaman muda, dan batang padi, serta memakan gabah saat fase pematangan, sementara burung, terutama burung pipit, juga menjadi hama yang merugikan karena memakan bulir padi yang sudah masak,”jelasnya.

“Hama-hama ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi, mulai dari akar, batang, daun, hingga bulir padi, yang berujung pada penurunan hasil panen,”tambah dia.

Makanya kemarin, kata dia,  Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mengintruksikan untuk mencoba membuat demplot sebagai kebun percontohan di beberapa BPP Kecamatan di Kota Kendari.

“Alhamdulillah, kalau penanaman padi gogo di BPP Puuwatu progresnya baik, ada beberapa are yang ditanam tumbuhnya baik, kalau di BPP Poasia dengan cara tanam di polybek hasilnya kurang baik,”ungkapnya.

“Kalau kedepan hasil penilaian dari BRMP ini bagus, kita akan coba mengajukan Calon Pekebun Calon Lahan (CPCL) padi gogo/ladang di Kota Kendari,”tambah dia.

Kata dia, padi gogo ini bagus dikembangkan di Kota Kendari, terutama di daerah yang sulit mendapatkan air, karena tidak membutuhkan pengairan terus menerus, dan lebih tahan terhadap kondisi kekeringan serta dapat ditanam di lahan kering yang tidak cocok untuk padi sawah.

“Saat ini kita tunggu hasil progresnya di lahan percontohan kita, kalau hasilnya bagus, kedepan lahan-lanan kering yang belum ditanami jagung, kita akan tanami pagi gogo,”katanya.

Kedepan, kata dia, Dinas Pertanian Kota Kendari akan terus mendorong dan mengoptimalkan penanaman padi gogo sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan nasional dan mencapai swasembada.

Dinas Pertanian juga siap memberikan pendampingan, bantuan benih, dan teknologi pertanian kepada petani untuk mendukung program ini.

Petani juga diajak untuk terus mengembangkan padi gogo dan memanfaatkan potensi lahan yang ada untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain padi gogo, Pemkot Kenari juga kembangkan padi sawah 355 hektare yang tersebar di dua kecamatan dan setiap hektar sawah mampu menghasilkan hingga 6 ton per hektarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Kendari Ratriyansyah Halip mengatakan sejauh ini hasil produksi sawah yang ada di Kecamatan Baruga (Amohalo) seluas 320 hektar dan Kecamatan Mandonga (Labibia) seluas 35 hektar masih tergolong bagus.

“Hampir semua yang melakukan panen hasilnya semua bagus, setiap sawah yang di panen mampu menghasilkan sampai 5-6 ton/hektar dari jumlah sawah 355 hektar,”tuturnya.

Dalam satu kali panen untuk sawah di Kota Kendari mampu menghasilkan kurang lebih 2.130 ton. Dan padi Kota Kendari hanya bisa dipanen dua kali setahun.

“Sawah di Kota Kendari hanya bisa panen dua kali setahun. Kita mau kejar tiga kali setahun panennya, tapi sawah di Kota Kendari ini terkendala air. Musim hujan tergenang dan tunggu air surut baru lahannya bisa digarap. Kalau kemarau sulit air,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id