#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

UPTD KB Kecamatan Poasia Gelar Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan 2025

×

UPTD KB Kecamatan Poasia Gelar Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan 2025

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Kendari khususnya di Kecamatan Poasia, Unit Pelaksanaan Teknik Dinas Keluarga Berencana (UPTD-KB) Kecamatan Poasia menggelar Mini Lokakarya (Minlok) Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan tahun 2025, berlangsung di Kantor UPTD KB Kecamatan Poasia, Rabu (4/9/2025).

Acara ini dibuka langsung Sekretaris Camat Poasia Samuddin mewakili Camat Poasia. Turut hadir Kepala Puskesmas, Lurah se-Kecamatan Poasis ,Kader TPK dan para tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kota Kendari.

Sekcam Poasia Samuddin dalam sambutannya mengatakan dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak bagi pada pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menekan dan mengurangi kasus stunting di daerah itu.

Kata dia, berdasarkan data dari masing-masing kelurahan se Kecamatan Poasia terdapat 18 kasus stunting.

“Sehingga degan adanya Minlok ini teman-teman TPK ini bisa mengedukasi dan memberikan konseling kepada anak yang terkena stunting,”ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap bahwa ke 18 kasus stunting ini bisa segera didapatkan orang mampu untuk menjadi orang tua asuh mereka.

“Selama ini, yang dilakukan pemerintah kecamatan Poasia dalam rangka mencegah dan menurunkan angka stunting adalah bekerja sama dengan UPTD KB Kecamatan Poasia, Puskesmas dan Kelurahan. Dengan kerja sama yang baik kita bisa mewujudkan zero stunting,”pungkasnya.

Kepada UPTD-KB Kecamatan Poasia Rosdiana mengatakan, kegiatan Minlok ini membahas penurunan stunting dan pelaksanaan gerakan orang tua asuh atasi stunting (Genting), dimana saat ini gencar-gencarnya di programkan oleh BKKBN.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan UPTD KB Kecamatan Poasia dalam menurunkan angka stunting yaitu, kami sudah melakukan edukasi kepada masyarakat, dan mencari orang tua asuh, kami juga sudah melakukan pendataan kepada masyarakat untuk pemberian makanan bergizi gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional, dan kami juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas dalam rangka pemberian makan tambahan kepada keluarga yang berisiko stunting,”jelasnya.

Pemateri pertama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerakan Disdalduk-KB Kendari Abdul Haris Sahido membawakan materi Pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting).

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menguatkan komitmennya dalam upaya menekan dan memutus rantai stunting di daerah itu.

“Salah satu cara program yang dilakukan yakni menggencarkan program  Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting),”ujarnya.

Dalam menekan angka stunting, Pemkot Kendari tidak hanya menyasar angka atau persentase stunting, tetapi terlebih utama adalah menyentuh akar persoalan gizi, edukasi, hingga sanitasi keluarga.

“Masalah stunting kini tak bisa lagi dipandang semata sebagai isu kesehatan. Ia adalah ancaman multidimensi, menyentuh kualitas SDM, masa depan generasi, hingga daya saing bangsa. Pemerintah Kota Kendari, melalui program-program strategis, telah menempatkan isu stunting sebagai prioritas utama sepanjang tahun 2025,”ucapnya.

Kata Haris, program Genting mulai menunjukkan hasil positif.

“Angka stunting di Kota Kendari perlahan menurun, meski belum berada di zona aman. Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak lengah dan terus menjaga semangat gotong royong lintas sektor,”ujarnya.

Saat ini terdapat 1.018 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi stunting. Identifikasi dilakukan berdasarkan enam indikator utama, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan kondisi kehamilan berisiko seperti “4 terlalu” (terlalu muda/tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak).

“Setiap keluarga ini tidak hanya didampingi, tapi dijangkau secara holistik oleh berbagai sektor, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Perjuangan ini belum selesai. Target kita adalah menekan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Tanpa sinergi semua pihak, angka hanyalah angka. Tetapi jika kita bergerak bersama, itu akan jadi perubahan nyata,” tegasnya.

Pemateri kedua, Muspidah Ahmad Matto membawakan materi tentang peran keluarga berencana dalam upaya pencegahan stunting di Kota Kendari.

Pemateri ketiga, Dewi dari Disdalduk-KB Kota Kendari membawakan materi tentang Konsep Stunting dan 1000 hari kehidupan.

Output Mini Lokakarya tingkat kecamatan yaitu tersedianya laporan hasil evaluasi pelaksanaan pendampingan Keluarga dan pembinaan Tim Pendamping Keluarga serta laporan kondisi pelaksanaan pendampingan Keluarga dan program percepatan penurunan stunting di seluruh kelurahan dalam satu wilayah Kecamatan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id