#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Camat Kambu Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong di Pekarangan Rumah

×

Camat Kambu Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong di Pekarangan Rumah

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Pemerintah Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan melakukan penanaman jangka pendek.

Camat Kambu Aswan menerangkan, pihaknya sangat mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan.

Hal itu kata Aswan, agar warga bisa lebih mandiri dalam hal pengelolaan pangan di tengah inflasi yang membuat harga bahan pokok di pasaran naik tajam.

Urban farmin menjadi solusi, olehnya itu pihak kecamatan memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai sayuran, mulai dari sawi, kangkung, tomat, cabai, gambas dan lain sebagainya.

“Ini kita mendorong warga supaya ikut memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran. Sekarang kan harga bahan pangan sedang naik semua,” beber Aswan (3/9/2025).

Untuk itu, dia terus mendorong warga melalui pemerintah kecamatan agar memanfaatkan pekarangan rumah dengan ditanami berbagai jenis sayuran, sebagai langkah ketahanan pangan.

“Kita terus sampaikan melalui para Lurah, serta RT/RW soal pemanfaatan lahan pekarangan,” jelasnya.

Terlebih kata Aswan, Kecamatan Kambu, khususnya Kelurahan Kambu telah ditetapkan oleh Pemkot Kendari sebagai lokasi khusus (lokus) pemanfaatan pekarangan dengan diberikannya bantuan sebesar Rp 20 juta.

“Selain Kelurahan Punggaloba dan Kelurahan Pondambea. Kelurahan Kambu juga sebagai lokus pemanfaatan pekarangan,” ungkap Aswan.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menekankan, pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat, bisa dilakukan melalui penanaman aneka tanaman pangan di lahan pekarangan rumah masing-masing.

“Sekecil apapun lahan pekarangan yang dimiliki tetap bisa untuk dilakukan penanaman tanaman. Baik yang dilakukan secara vertikultur (bertingkat) maupun dengan menggunakan polybag,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan pekarangan yang dikelola dengan baik, akan memberikan manfaat kepada masyarakat itu sendiri. Pertama, dapat memenuhi pangan dan gizi keluarga. Kedua, dapat menjaga kesehatan, karena dengan beraktivitas setiap pagi hari secara tidak langsung masyarakat sudah berjemur dan mendapatkan sinar matahari untuk merubah pro vitamin D menjadi vitamin D. Selain itu, pangan yang dihasilkan tidak tercemar oleh residu pestisida.

“Ketiga, mengurangi pengeluaran rumah tangga. Keempat, memperindah lingkungan. Kelima, sebagai media pendidikan anggota keluarga,” lanjutnya.

Siska juga mengungkapkan, sebagian besar masyarakat hanya mengandalkan sumber pangan yang berasal dari luar pekarangan yaitu pasar, warung, supermarket, dan hanya sebagian kecil masyarakat yang sudah memberdayakan pekarangannya.

Di sisi lain, sebagai kota dengan tujuan investasi, Kendari dihadapkan pada permintaan pangan yang lebih cepat di bandingkan dengan penyediaannya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan penduduk harus dipasok dari luar daerah.

“Fakta ini menggambarkan bahwa kita semua amat sangat tergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Melihat kondisi saat ini, kita tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan tapi harus bahu membahu dalam membangun ketahanan pangan di Kota Kendari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur meminta masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman-tanaman dalam waktu yang singkat untuk di panen sehingga ketahanan pangan keluarga bisa kuat, apalagi harga cabai makin mahal.

“Jadi kalau kita sudah menanam, insyaallah akan ada sumber pangan untuk keluarga,”ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai sayur mayur dan pangan setidaknya dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan gizi. Bahkan bila usaha itu dikerjakan dengan serius maka akan dapat menambah pemasukan ekonomi keluarga.

“Selama ini masyarakat selalu membeli sayur untuk konsumsi dalam pemenuhan gizi keluarganya, namun dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam memenuhi kebutuhan rumahtangga,”pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id