#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Manfaatkan Lahan Kosong, Pemerintah Kelurahan Anaiwoi Sulap Pekarangan jadi Kebun PKK

×

Manfaatkan Lahan Kosong, Pemerintah Kelurahan Anaiwoi Sulap Pekarangan jadi Kebun PKK

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Lahan tidur yang tadinya terbengkalai di wilayah Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (12/9/2025), akhirnya menjadi bermanfaat dengan dijadikan kebun Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah itu.

Pembuatan kebun PKK dari lahan kosong tersebut dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Kelurahan, RT/RW dan warga setempat yang dikomandoi langsung Lurah Anaiwoi Mustari Karim.

Mustari Karim mengatakan pembuatan kebun PKK ini, selain untuk menyambut Pengukuhan Pengurus TP-PKK Kelurahan Anaiwoi yang akan dilaksanakan pada Kamis 18 September 2025 mendatang. Tetapi juga untuk mendukung pemanfaatan lahan pekarangan menjadi lahan produktif sebagai langkah pengendalian inflasi daerah.

“Pemanfaatan lahan kosong ini kedepan akan digunakan kebun PKK dengan menanam sayur-sayuran seperti, kangkung, bayam, tomat dan cabai serta tanaman obat keluarga (Toga) yang bisa di manfaatkan dan digunakan terutama untuk masyarakat dalam kelurahan ini,”ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan merencanakan untuk pembuatan kolam terpal untuk budidaya ikan air tawar yang sering di konsumsi masyarakat pada umumnya.

“Kedepan lahan yang sementara kami garap ini kemungkinan kami jadikan juga sebagai salah satu program untuk mengikuti lomba penilaian 10 program pokok PKK,”ucapnya.

Inti dari program ini juga sendiri ingin mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah mereka sesuai instruksi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, dari pemanfaatan lahan pekarangan menjadi kebun itu, diharapkan agar masyarakat mendapatkan nilai ekonomis, seperti tidak lagi membeli sayuran namun dapat menjual sayuran.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam peluncuran program “Kendari Berkebun”, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi berkebun di tengah masyarakat kota, sekaligus mengatasi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.

“Jika setiap rumah di Kendari mampu menghasilkan pangan sendiri, minimal sayuran dapur, maka ketahanan pangan rumah tangga kita akan jauh lebih kuat. Inflasi bisa ditekan, pengeluaran bisa dikurangi,”paparnya.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanam aneka tanaman pangan di lahan pekarangan rumah masing-masing.

“Seluruh masyarakat Kota Kendari harus saling bersinergi dalam mempersiapkan kebutuhan pangan masing-masing keluarga. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam-sayur-sayuran,”ajaknya.

Ia menambhakan, pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari ini, bisa dilakukan melalui penanaman aneka tanaman pangan di lahan pekarangan rumah masing-masing.

“Sekecil apapun lahan pekarangan yang dimiliki tetap bisa untuk dilakukan penanaman tanaman. Baik yang dilakukan secara vertikultur (bertingkat) maupun dengan menggunakan poly bag,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan pekarangan yang dikelola dengan baik, akan memberikan manfaat kepada masyarakat itu sendiri. Pertama, dapat memenuhi pangan dan gizi keluarga. Kedua, dapat menjaga kesehatan, karena dengan beraktivitas setiap pagi hari secara tidak langsung masyarakat sudah berjemur dan mendapatkan sinar matahari untuk merubah pro vitamin D menjadi vitamin D. Selain itu, pangan yang dihasilkan tidak tercemar oleh residu pestisida.

“Ketiga, mengurangi pengeluaran rumah tangga. Keempat, memperindah lingkungan. Kelima, sebagai media pendidikan anggota keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur mengatakan mengatakan launching Kendari Berkebun hari ini merupakan inisiasi oleh Wali Kota Kendari dan Wakil Wali Kota Kendari dalam rangka meningkatkan ketahan keluarga menuju Kendari Semakin Maju.

“Dengan kita menanam sayur hari ini untuk memotivasi masyarakat Kota Kendari untuk bisa memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman-tanaman dalam waktu yang singkat untuk di panen sehingga ketahanan pangan keluarga bisa kuat, apalagi harga cabai makin mahal, jadi kalau kita sudah menanam, insyaallah akan ada sumber pangan untuk keluarga,”ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai sayur mayur dan pangan setidaknya dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan gizi. Bahkan bila usaha itu dikerjakan dengan serius maka akan dapat menambah pemasukan ekonomi keluarga.

“Selama ini masyarakat selalu membeli sayur untuk konsumsi dalam pemenuhan gizi keluarganya, namun dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam memenuhi kebutuhan rumahtangga,”ujarnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id