Lasusua, portal.id – Kakanwil Kemenag Prov. Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, membuka secara resmi kegiatan Pengembangan Profesi Guru Berkelanjutan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tingkat MTsN 1 Kolaka Utara, di Aula MTsN 1 Kolut. Rabu, (1/4/2026).
Hadir Kepala Kantor Kemenag Kolut, H. Alimuddin, S.Ag., M.H., Kabid Pendidikan Madrasah Hj. Sitti Mardawiah Kasim, Kepala MTsN 1 Kolut, para pejabat pengawas, serta Guru dan Tenaga Kependidikan MTsN 1 Kolut.
Dikesempatan tersebut, H. Mansur mendorong para guru untuk melakukan revolusi mindset dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development dalam memajukan Madrasah.
“Pembangunan berkelanjutan itu bukan menghilangkan yang sudah ada, tetapi memperbaiki dan mempertahankan yang baik serta menambah hal-hal baru agar Madrasah terus berkembang dari masa ke masa,” ujarnya.
Menurutnya, konsep keberlanjutan juga harus diterapkan dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang terus berkembang seiring perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin besar. Harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan semakin tinggi, sementara perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga memengaruhi cara belajar siswa.
“Kalau guru hanya datang mengajar, menyalin materi di papan tulis lalu pulang tanpa memperhatikan pembentukan karakter siswa, maka suatu saat guru bisa ditinggalkan oleh anak-anak kita,” katanya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir atau mindset guru. Menurutnya, revolusi terbesar dalam pendidikan bukan sekadar perubahan kurikulum, tetapi perubahan cara berpikir para pendidik.
Selain itu, guru juga harus adaptif terhadap perubahan. Ia mencontohkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
“Yang mampu bertahan bukan selalu yang paling pintar, tetapi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mansur juga mendorong guru untuk memperkuat kolaborasi, baik antar guru, dengan orang tua siswa, maupun dengan berbagai pihak lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mengembangkan potensi siswa secara maksimal.
Ia menambahkan, bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang membangun karakter dan ketangguhan siswa, seperti pramuka, kegiatan seni, maupun kompetisi akademik.
“Madrasah harus mampu menjadi tempat berkembangnya berbagai potensi siswa. Ketika potensi itu dikelola dengan baik, maka Madrasah akan melahirkan prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, H. Mansur mengajak seluruh guru untuk membangun ekosistem pembelajaran yang kuat di Madrasah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hasil kerja individu, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur Madrasah.
“Dengan semangat kolaborasi dan perubahan mindset tersebut, diharapkan MTsN 1 Kolaka Utara dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang unggul, tangguh, serta mampu menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.






