ButonFokus RedaksiKesra

Kakanwil Kemenag Sultra Buka Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Madrasah Kepulauan Buton Jadi Pusat Lahirnya Generasi Unggul

×

Kakanwil Kemenag Sultra Buka Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Madrasah Kepulauan Buton Jadi Pusat Lahirnya Generasi Unggul

Sebarkan artikel ini

Buton, portal.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam yang diikuti Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) jenjang RA, MI, MTs, dan MA dari Kabupaten Buton, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Wakatobi, Sabtu (6/6/2026).

Dalam arahannya, H. Mansur menegaskan bahwa transformasi pendidikan madrasah harus diwujudkan melalui penguatan empat karakter utama, yakni Madrasah Religius, Madrasah Ramah, Madrasah Santun, dan Madrasah Berwibawa.

Menurutnya, Madrasah Religius tidak cukup ditampilkan melalui kegiatan seremonial keagamaan semata, tetapi harus tercermin dalam pengamalan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keteladanan.

“Nilai religius harus hidup dalam setiap aktivitas madrasah. Guru dan tenaga kependidikan harus menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam membangun karakter yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mewujudkan Madrasah Ramah sebagai lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, madrasah harus menjadi rumah kedua yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia.

Pada aspek Madrasah Santun, H. Mansur mengajak seluruh guru untuk menjadi teladan dalam membangun budaya dialog, menghargai perbedaan, serta menanamkan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormati,” katanya.

Sementara itu, konsep Madrasah Berwibawa, menurut H. Mansur, tidak dibangun melalui kekerasan ataupun otoritas semata, melainkan melalui integritas, keteladanan, dan kepercayaan yang tumbuh dari perilaku guru maupun kepala madrasah.

Di akhir arahannya, Kakanwil mengajak seluruh peserta Bimtek untuk menjadikan madrasah di wilayah Kepulauan Buton sebagai pusat lahirnya generasi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern tanpa kehilangan akar spiritual, nilai keagamaan, serta budaya lokal.

“Kita ingin madrasah melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokalnya,” tegasnya.

Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Buton tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Wakatobi, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sultra Hj. Sitti Mardawiah Kasim, para kepala madrasah, guru, serta pengawas madrasah.

Bimtek ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman dan kapasitas para pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam guna meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Tenggara.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id