#HeadlineFokus RedaksiKonawe SelatanPendidikan & Budaya

Buka In House Training Guru Madrasah, Kakanwil Kemenag Sultra Dorong Penerapan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi

×

Buka In House Training Guru Madrasah, Kakanwil Kemenag Sultra Dorong Penerapan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi

Sebarkan artikel ini

Andoolo, portal.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., membuka secara resmi kegiatan In House Training Mengajar dan Mendidik Dengan Cinta Penerapan KBC pada Modul Ajar Deep Learning di Madrasah Lingkup MAN 1 Konawe Selatan, Senin (2/2/2026).

Turut Hadir, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sultra, Hj. Sitti Mardawiah Kasim, Kepala Kantor Kemenag Kab. Konsel, H. Joko, Kepala MAN 1 Konsel, Kepala Madrasah Swasta se Kab. Konsel dan Guru lingkup MAN 1 Konsel.

Mengawali sambutannya, Kakanwil menyinggung pentingnya transparansi dalam pengelolaan bantuan serta program pendidikan. Pelaporan yang dilakukan secara terbuka, dinilai akan mendatangkan dukungan dan keberlanjutan program yang ada di madrasah.

“Konawe Selatan menunjukkan semangat luar biasa. Manajemen madrasah di Konawe Selatan sudah sangat optimal,” ujarnya.

Dikesempatan tersebut, Kakanwil memberikan penguatan tentang Kurikulum Cinta yang digaungkan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar. MA, Kurikulum ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi menjadi fondasi filosofi pendidikan masa depan dan transformasi peradaban, khususnya di lingkungan madrasah.

“Kurikulum cinta bukan slogan emosional. Ini adalah kekuatan madrasah yang harus dijaga agar tidak diambil alih pihak lain,” tegas H. Mansur.

Selain itu, lanjut H. Mansur, guru didorong untuk tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional, tetapi juga kecerdasan ekoteologi, yakni kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan.

“Madrasah diharapkan menjadi laboratorium ekoteologi dengan lingkungan yang bersih, bebas perundungan, pengelolaan sampah yang baik, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam konteks pembelajaran, H. Mansur mengingatkan guru untuk tidak sekedar membawa buku ke kelas, melainkan hadir dengan modul ajar dan bahan ajar yang dirancang secara kontekstual. Guru juga diminta terus berinovasi agar madrasah tetap diminati masyarakat di tengah munculnya berbagai alternatif pendidikan lain.

H. Mansur menekankan empat peran utama guru, yakni sebagai pendidik, murabbi, muaddib, dan arsitek masa depan peserta didik. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi menggali potensi siswa sesuai bakat dan minatnya, membangun adab, serta menjadi teladan dalam sikap dan integritas.

“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah potensi yang belum tergali dengan baik,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, H. Mansur mengajak para guru untuk mendidik dengan cinta, mengajar dengan hikmah, serta menjaga keteladanan sebagai nilai tertinggi yang tidak dapat dibayar dengan materi apa pun.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir guru-guru inovatif yang mampu menjadikan madrasah unggul, berdaya saing, dan dicintai masyarakat,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id