Kendari, portal.id – Pemerintah pusat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui dukungan terhadap perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) yang pada tahun 2026 mencakup penanganan pembangunan sumur bor serta rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kabupaten maupun provinsi di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, S.T., M.T., saat menghadiri Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026).
Muhammad Harliansyah menjelaskan bahwa melalui program Inpres, pemerintah pusat memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
“Melalui Inpres ini, pemerintah pusat mendukung perbaikan maupun peningkatan irigasi yang menjadi kewenangan daerah. Tahun ini juga dilakukan penanganan pembangunan sumur bor serta irigasi kabupaten dan provinsi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, cakupan program tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk jaringan irigasi air tanah, terdapat sekitar 200 titik yang menjadi sasaran penanganan. Sementara itu, untuk irigasi permukaan, jumlah lokasi yang ditangani juga mencapai ratusan titik.
“Sebarannya cukup banyak. Salah satunya jaringan irigasi air tanah sekitar 200-an titik. Untuk irigasi permukaan juga cukup banyak, mencapai ratusan titik. Seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mendapatkan penanganan melalui program Inpres ini,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat menghadapi musim kemarau, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, pembangunan infrastruktur irigasi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman kekeringan.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.






