Portal.id, NASIONAL – Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan akses pembiayaan dan perluasan inklusi ekonomi syariah yang menyasar kelompok muda produktif. Hal tersebut mengemuka pada perhelatan Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang terdidik, kreatif, dan dermawan.
“Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan. Ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari siaran pers OJK, Jumat (25/9/2026).
Sementara itu, Menteri Koperasi RI yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menilai peningkatkan literasi keuangan syariah harus diimbangi dengan ketersediaan wadah ekonomi yang tepat.
“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” kata Ferry.
Ferry mengajak anak muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna layanan, melainkan aktif berkreasi membangun usaha, menciptakan produk inovatif, serta memanfaatkan platform koperasi sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan.












