Kendari, portal.id — Dua Polisi Wanita (Polwan) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib, S.H., M.H. dan Briptu Azalya, S.H. terpilih menjadi bagian dari personel Polri yang akan menjalankan misi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
Keduanya tergabung dalam kontingen Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Mereka akan menjalankan tugas di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah, dalam misi perdamaian di bawah mandat PBB.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Polda Sultra sekaligus menunjukkan kiprah personel Polri asal Sulawesi Tenggara dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tingkat internasional.
Prestasi tersebut semakin istimewa bagi Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib. Ia berhasil meraih predikat sebagai salah satu Polwan lulusan terbaik setelah melalui rangkaian seleksi mulai dari tingkat daerah hingga pusat, termasuk Latihan Pra Tugas (Latpragas) yang berlangsung selama enam bulan.
Dwi mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, latihan, doa, serta dukungan keluarga, terutama suami dan kedua orang tuanya.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Wakapolda atas dukungannya sehingga kami bisa mengharumkan nama Sulawesi Tenggara, khususnya Polda Sultra,” ujar Brigpol Dwi Nurrohmah, anggota Polri angkatan 439.
Pada seleksi tahun ini, sebanyak sembilan personel dari Polda Sultra dinyatakan terpilih untuk bergabung dalam kontingen FPU 8 MINUSCA. Mereka terdiri dari tujuh polisi laki-laki dan dua polisi wanita.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. mengatakan para personel akan ditempatkan di Bangui sebagai daerah penugasan PBB.
“Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB,” ungkap Untung saat prosesi pembaretan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Dalam misi tersebut, para personel diperkirakan akan menjalankan tugas selama sekitar 12 hingga 14 bulan.
Bagi Dwi dan Azalya, penugasan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengemban tugas kepolisian di luar negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Sulawesi Tenggara dalam misi kemanusiaan serta perdamaian internasional.
Keikutsertaan dua Polwan asal Sultra tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian personel Polri dapat menjangkau berbagai wilayah dunia, dengan membawa semangat profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan.






