#HeadlineEkonomi & Bisnis

Proyek US$4,5 Miliar PT Vale di Pomalaa Pacu Produksi Penuh 120 Ribu Ton MHP di 2027

×

Proyek US$4,5 Miliar PT Vale di Pomalaa Pacu Produksi Penuh 120 Ribu Ton MHP di 2027

Sebarkan artikel ini

Kolaka, portal.id – Proyek smelter High-Pressure Acid Leach (HPAL) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai US$4,5 miliar memasuki fase krusial menuju produksi komersial. Perusahaan menargetkan fasilitas pengolahan nikel tersebut mencapai produksi penuh 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun pada 2027.

Target itu dipacu dengan percepatan penyelesaian konstruksi dan rencana dimulainya uji coba seluruh rangkaian proses atau end-to-end commissioning pada 15 September 2026.

Direktur PT Vale Indonesia Muhammad Asril mengatakan progres pembangunan memungkinkan jadwal mechanical completion dimajukan dari target awal Desember 2026.

“Kami bisa majukan kurang lebih 2—3 bulan, sehingga mechanical completion kami bisa lakukan September atau Oktober, sehingga kami bisa ramp-up kurang lebih 3—6 bulan,” kata Asril dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Setelah commissioning, fasilitas HPAL akan memasuki fase ramp-up selama 3 hingga 6 bulan sebelum berproduksi penuh.”Di tahun 2027, kami bisa mulai full ramp-up dan full produksi 120.000 ton MHP di Pomalaa,” ujar Asril.

IGP Pomalaa bukan hanya pembangunan smelter, tetapi proyek terintegrasi dari tambang hingga pabrik pengolahan HPAL. Dalam proyek ini, PT Vale bermitra dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan Ford Motor Co. Output tahunan proyek diproyeksikan mencapai 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt dalam bentuk MHP, bahan antara penting untuk baterai kendaraan listrik.Dari sisi konstruksi, progres pembangunan tambang telah mencapai 83 persen dan fasilitas HPAL 86 persen.

Aktivitas penambangan bahkan telah berjalan untuk memasok kebutuhan pabrik.”Dari sisi mining, sebenarnya kami sudah mulai menambang. Service company mining sudah onsite. Saat ini kami sudah berproduksi untuk saprolite dan limonite untuk kebutuhan HPAL,” tegas Asril.

Vale menargetkan produksi limonit sekitar 300.000 ton per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari untuk menopang operasi HPAL. Penjualan bijih perdana atau first ore sell proyek ini juga telah dilakukan pada 28 Februari 2026.Percepatan HPAL Pomalaa dibarengi upaya menjaga kinerja operasi eksisting.

Wakil Presiden Direktur PT Vale Indonesia Abu Ashar menyebut target produksi nickel matte tahun 2026 sebesar 67.645 metric ton masih terjaga, didukung selesainya pembangunan kembali Furnace III dan kadar nikel tambang yang membaik.

“Pekerjaan perbaikan sudah dilakukan, kadar nikel dari mining ke pabrik cukup bagus, operasi di pabrik juga cukup stabil, sehingga kami optimistis di tahun ini untuk mencapai target produksi tahunan 67.645 ton,” kata Abu Ashar.

Menurut manajemen, jika tahapan mechanical completion, commissioning, dan ramp-up berjalan sesuai rencana, IGP Pomalaa akan bertransformasi dari proyek konstruksi bernilai miliaran dolar menjadi fasilitas pengolahan nikel berteknologi HPAL yang menjadi penopang ekosistem kendaraan listrik nasional pada 2027.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id