Kendari, portal.id – Kepedulian warga terhadap sesama kembali menjadi sorotan setelah seorang perempuan asal Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilaporkan beberapa kali meminta bantuan makanan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Belakangan, muncul dugaan bahwa perempuan tersebut juga menghadapi persoalan utang yang belum terselesaikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian Pemerintah Kelurahan Lahundape setelah perempuan tersebut beberapa kali meminta pertolongan dengan alasan kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Warga yang menerima informasi itu sempat memberikan bantuan bahan pokok, sementara petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari juga pernah mendatangi lokasi setelah menerima laporan serupa.
Lurah Lahundape, Jumardi Anwar, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (14/10/2026).
Menurut informasi yang dihimpun pihak kelurahan, perempuan tersebut diketahui pernah tinggal di beberapa tempat kos di Kota Kendari. Sebelum berada di Kelurahan Lahundape, ia disebut pernah menyewa kamar kos di kawasan Nambo dan Benu-Benua.
Pada 30 September 2026, perempuan itu kemudian berpindah tempat tinggal dan menyewa kamar kos di Jalan Bunga Seroja 2, wilayah RT 005/RW 002, Kelurahan Lahundape.
Beberapa hari setelah menempati kamar tersebut, tepatnya 5 Oktober 2026, ia mendatangi Ketua RT setempat untuk menyampaikan bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Laporan tersebut langsung mendapat perhatian dari pengurus lingkungan. Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian mendatangi tempat kos perempuan itu untuk memberikan bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang dianggap sedang mengalami kesulitan. Warga berupaya memastikan kebutuhan pangan perempuan tersebut dapat terpenuhi, tanpa terlebih dahulu mempersoalkan latar belakang masalah yang dihadapinya.
Namun, beberapa hari kemudian, perempuan itu kembali meminta pertolongan. Kali ini, ia menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari dengan alasan mengalami kelaparan.
Petugas yang menerima laporan tersebut kemudian mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti permintaan bantuan.
Diduga Menghadapi Persoalan Utang
Berulangnya permintaan bantuan tersebut mendorong warga dan pihak kelurahan mencari tahu lebih jauh mengenai kondisi yang sebenarnya dihadapi perempuan itu.
Dari penelusuran pihak setempat, muncul informasi bahwa perempuan tersebut diduga sedang menghadapi persoalan utang. Bahkan, meskipun baru sekitar sepekan tinggal di wilayah Lahundape, tempat kosnya dikabarkan telah didatangi sejumlah penagih utang.
Jumardi menyampaikan bahwa informasi mengenai persoalan utang tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan pihak kelurahan dalam menelusuri rangkaian kejadian.
Di tengah situasi itu, berkembang dugaan bahwa kebutuhan perempuan tersebut bukan semata-mata bahan makanan, melainkan juga uang tunai untuk menyelesaikan kewajiban utangnya.
Meski demikian, dugaan mengenai motif permintaan bantuan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Belum ada keterangan yang memastikan bahwa perempuan itu sengaja berpura-pura kelaparan untuk memperoleh uang ataupun melakukan penipuan terhadap warga.
Karena itu, informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan tuduhan yang belum terbukti.
Warga Diminta Tetap Peduli dan Berhati-hati
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kepedulian sosial merupakan hal penting yang harus terus dijaga. Warga yang benar-benar mengalami kesulitan pangan tetap membutuhkan perhatian dan bantuan dari lingkungan sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu bersikap bijak ketika menerima permintaan pertolongan, terutama apabila kejadian serupa berlangsung berulang kali dan disertai informasi lain yang belum terkonfirmasi.
Koordinasi dengan pengurus RT, pihak kelurahan, maupun instansi terkait dapat dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi dapat ditangani dengan tepat.
Kejadian di Kelurahan Lahundape tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kepedulian dan kehati-hatian. Membantu sesama tetap menjadi nilai kemanusiaan yang perlu dipertahankan, sementara setiap dugaan mengenai penyalahgunaan bantuan harus didasarkan pada informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.






