Kendari, portal.id – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., membuka Sosialisasi Perumahan Kota Kendari melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Sultra Sejahtera di Aula Teporumbua, Balai Kota Kendari, Kamis (15/10/2026).
Program yang mengusung tema “Kendari Semakin Maju, Tumbuh Melesat, Wujudkan Kota Layak Huni” tersebut didukung Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Bank Sultra, sebagai upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Kendari.
Turut hadir Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar, Kepala Divisi Mitra Strategis BP Tapera Wahyudi Priyo Nugroho, Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pengembang perumahan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Siska menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap program KPR FLPP dapat memberikan pemahaman sekaligus membuka peluang lebih luas bagi ASN untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang terjangkau.
Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan dasar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan, membesarkan anak, dan mempersiapkan masa depan.
“Rumah bukan sekadar tempat untuk berteduh, tetapi juga tempat membangun kehidupan, membesarkan anak, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, program pembiayaan perumahan seperti ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Siska mengungkapkan, jumlah ASN di Kota Kendari mencapai sekitar 10.505 orang. Namun, pemerintah kota masih membutuhkan data lebih terperinci mengenai jumlah pegawai yang belum memiliki rumah.
Ia menilai, program KPR FLPP dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pegawai memenuhi kebutuhan hunian sekaligus mendukung terwujudnya Kota Kendari yang layak huni.
Siska juga menyoroti kuota awal sebanyak 100 unit rumah yang disiapkan Bank Sultra melalui program tersebut. Ia berharap kuota itu dapat ditambah agar semakin banyak ASN dan PPPK yang memperoleh kesempatan memiliki rumah sendiri.
“Kalau kuotanya bisa ditambah, tentu akan semakin banyak ASN yang terbantu. Program ini memiliki dampak yang luas, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
– KPR FLPP Tawarkan Bunga 5 Persen
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa pengembangan produk KPR FLPP merupakan bagian dari upaya bank daerah tersebut memperluas layanan pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Bank Sultra telah memperoleh kuota awal sebanyak 100 unit rumah. Pihaknya menargetkan seluruh kuota tersebut dapat terserap dalam waktu sekitar dua bulan.
“Kami melihat program ini sangat menarik karena dapat membantu penyediaan fasilitas perumahan bagi ASN dan PPPK yang ada di Kota Kendari. Karena itu, kami bersama jajaran manajemen dan tim akan berupaya agar kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Andri menjelaskan, program KPR FLPP menawarkan suku bunga sebesar 5 persen hingga masa pembiayaan berakhir, dengan uang muka minimal 1 persen sesuai ketentuan program.
Ia mengimbau para peserta sosialisasi agar mempelajari persyaratan dan mekanisme pengajuan pembiayaan sebelum memutuskan membeli rumah.
Selain pembiayaan bagi calon pemilik rumah, Bank Sultra juga membuka peluang pembiayaan bagi pengembang dan pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem perumahan, termasuk untuk mendukung kebutuhan modal pengembang serta toko bahan bangunan.
Bank Sultra, lanjut Andri, akan terus mengembangkan layanan dan memperluas pangsa pasar, termasuk melalui penguatan sistem digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
– BP Tapera Dorong ASN Segera Manfaatkan Program
Kepala Divisi Mitra Strategis BP Tapera, Wahyudi Priyo Nugroho, turut mengajak ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kendari untuk memanfaatkan kesempatan memiliki rumah melalui program KPR FLPP.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memberikan perhatian terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat, salah satunya melalui dukungan pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau.
Program tersebut dapat menjadi alternatif bagi pegawai yang masih tinggal di rumah kontrakan atau indekos dan ingin memiliki hunian sendiri.
Wahyudi menekankan pentingnya pemahaman terhadap seluruh tahapan pengajuan, mulai dari persyaratan administrasi, mekanisme pembiayaan, pemilihan lokasi perumahan, hingga hak dan kewajiban calon penerima fasilitas.
Ia juga mendorong peserta untuk aktif bertanya agar informasi yang diperoleh selama sosialisasi dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, koordinasi antara BP Tapera, Bank Sultra, Pemerintah Kota Kendari, dan pengembang sangat penting untuk memperlancar pelaksanaan program serta memperluas kesempatan masyarakat memperoleh rumah.
– Wali Kota Ingatkan Pengembang Patuhi Perizinan
Selain mendorong kepemilikan rumah bagi ASN dan PPPK, Siska Karina Imran mengingatkan para pengembang agar mematuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan sesuai peraturan perundang-undangan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan perumahan harus memperhatikan aspek legalitas, keamanan, dan ketentuan yang berlaku demi memberikan kepastian serta perlindungan kepada masyarakat sebagai calon pembeli.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari terus membangun sinergi dengan para pengembang untuk mendukung pembangunan daerah. Namun, seluruh proses pembangunan harus tetap berjalan sesuai aturan.
Siska juga meminta agar penyelenggara program memberikan penjelasan secara terbuka dan mudah dipahami, sehingga calon penerima mengetahui manfaat, persyaratan, mekanisme pengajuan, serta hak dan kewajiban sebelum mengambil keputusan pembiayaan.
“Kita ingin kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan. Untuk itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak,” tegasnya.
– Bank Sultra Salurkan CSR untuk Penataan Taman
Pada kesempatan yang sama, Bank Sultra menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota Kendari.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dan penataan taman di Kota Kendari sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
Siska menyampaikan terima kasih kepada Bank Sultra atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut, tidak hanya dalam sektor pembiayaan perumahan, tetapi juga dalam penataan kota dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program KPR FLPP Sultra Sejahtera, Pemerintah Kota Kendari berharap akses kepemilikan rumah bagi ASN, PPPK, dan masyarakat yang memenuhi persyaratan semakin terbuka.
Sinergi pemerintah daerah, BP Tapera, Bank Sultra, dan pengembang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan Kota Kendari yang semakin maju dan layak huni.






