#HeadlineKonawe Kepulauan

Penumpang KM Nggapulu Belum Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian di Perairan Wawonii

×

Penumpang KM Nggapulu Belum Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian di Perairan Wawonii

Sebarkan artikel ini

Konawe Kepulauan, portal.id – Tim SAR gabungan melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari resmi menutup operasi pencarian terhadap Sian Servit Kembau (51), penumpang Kapal Pelni KM Nggapulu yang dilaporkan terjatuh ke laut di sekitar perairan Wawonii, Sulawesi Tenggara.

Penutupan operasi dilakukan pada Selasa (20/10/2026), setelah pencarian memasuki hari ketujuh dan korban belum berhasil ditemukan.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, dalam keterangannya menyampaikan bahwa hingga pukul 14.35 WITA, upaya pencarian yang dilakukan tim rescue belum membuahkan hasil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban selama operasi berlangsung.

“Operasi SAR dinyatakan ditutup. Operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” demikian keterangan resmi Basarnas Kendari.

Berdasarkan data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi perairan saat pencarian berlangsung terpantau cerah. Kecepatan angin mencapai 9,8 knot dari arah timur laut, dengan tinggi gelombang sekitar 0,4 meter.

Korban diketahui bernama Sian Servit Kembau, laki-laki berusia 51 tahun, warga Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Peristiwa tersebut bermula pada 13 Oktober 2026 sekitar pukul 23.20 WITA. Saat itu, korban dilaporkan terjatuh dari KM Nggapulu yang melayani rute Bitung–Jakarta di sekitar perairan Wawonii.

Pihak kapal sempat melakukan upaya pencarian selama kurang lebih dua jam, tetapi korban tidak ditemukan. Selanjutnya, pihak keluarga menghubungi KPP Basarnas Kendari untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain SAR Mission Coordinator (SMC) beserta staf, rescuer KPP Kendari, SROP Kendari, SROP Baubau, Pelni Kendari, serta keluarga korban.

Tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, seperti kendaraan operasional rescue, rubber boat, AquaEye, peralatan selam, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Meski operasi pencarian resmi dihentikan setelah tujuh hari, Basarnas Kendari menyatakan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Dengan berakhirnya operasi tersebut, pencarian terhadap penumpang KM Nggapulu itu belum membuahkan hasil hingga hari ketujuh.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id