Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan berbagai persiapan menjelang penilaian Adipura 2026. Salah satu fokus pembenahan diarahkan pada lingkungan satuan pendidikan, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Saemina, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kebersihan dan penataan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung penilaian Adipura.
Ia menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis awal, titik pantau penilaian di lingkungan pendidikan hanya mencakup satu SMP, satu SD, serta dua perguruan tinggi. Namun, dalam format penilaian terbaru, terdapat perubahan cakupan, terutama untuk sekolah negeri.
“Pada dasarnya, dalam juknis sebelumnya hanya ada satu SMP, satu SD, dan dua perguruan tinggi. Tetapi dalam format terbaru, seluruh SMP negeri menjadi perhatian, sedangkan untuk SD terdapat tiga titik pantau,” jelasnya, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Meski demikian, Dinas Dikbud Kota Kendari tidak hanya memfokuskan pembenahan pada sekolah-sekolah yang masuk titik pantau. Seluruh sekolah didorong untuk menjaga kebersihan dan memperbaiki kondisi lingkungan masing-masing.
Menurut Saemina, Kota Kendari memiliki 106 sekolah dasar yang diharapkan seluruhnya ikut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan tertata.
Untuk memperkuat koordinasi, pihaknya juga telah membentuk grup komunikasi bersama para kepala sekolah SD dan SMP. Langkah tersebut dilakukan agar arahan dan informasi terkait persiapan penilaian dapat tersampaikan dengan baik.
Saemina optimistis sekolah-sekolah di Kota Kendari pada dasarnya telah menjaga kebersihan lingkungan. Namun, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan, salah satunya terkait pengelolaan dan pemilahan sampah.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat lebih serius melakukan pembenahan, termasuk menyediakan sarana pengelolaan sampah serta membiasakan warga sekolah menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di kalangan peserta didik.






