Konawe Selatan, portal.id – Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.
Informasi kejadian diterima Comm Centre KPP Kendari pada Sabtu (13/6) pukul 10.01 WITA dari Kepala Desa Ulusena Jaya, Imam Akbar. Laporan tersebut menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia terhadap seorang anak yang hilang sejak sehari sebelumnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 10.20 WITA Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan pencarian dan pertolongan. Lokasi kejadian berjarak sekitar 60 kilometer dari KPP Kendari.
Korban diketahui bernama Fiqih (12), warga Desa Ulusena Jaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu korban bersama kakaknya pergi ke kebun. Dalam perjalanan, kakak korban berhenti di sungai untuk buang air besar dan meminta korban menunggu di lokasi.
Namun setelah selesai dan kembali ke tempat semula, kakak korban tidak lagi menemukan Fiqih. Keluarga bersama masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan hingga laporan disampaikan kepada Basarnas.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue KPP Kendari, aparat desa, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya rescue car, ambulans, motor trail, drone thermal, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di wilayah pencarian diprakirakan cerah hingga hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 5,1 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan bahwa hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.
“Operasi pencarian masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan segera disampaikan,” ujarnya.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus menyisir area perkebunan dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan korban guna mempercepat proses pencarian.






