Kendari, Portal.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari mengadakan kegiatan dialog serta diskusi bersama para Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Kendari pada Kamis (18/6/2026).
Baznas Kendari mengadakan dialog dengan penghulu dan penyuluh agama ini sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih intensif antara lembaga pengelola zakat dengan para tokoh agama yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengumpulan serta penggunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Kota Kendari.
Ketua Panitia, H. Abdul Halim Asyary, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang mencakup penyuluh, penghulu, dan pengurus UPZ dari berbagai kecamatan di Kendari. Menurutnya, pendanaan acara ini berasal dari anggaran program advokasi dan dakwah Baznas Kota Kendari tahun 2026.
“Acara ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara Baznas, penghulu, penyuluh agama, serta pengurus UPZ agar pengelolaan zakat bisa lebih profesional, optimal, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” ungkap H. Abdul Halim Asyary.

Menurut Ketua Baznas Kendari, Amri Natsir, UPZ di tingkat KUA telah dibentuk beberapa tahun lalu tetapi sempat tidak aktif. Baru-baru ini, kepengurusan di seluruh kecamatan diperbarui demi memastikan UPZ kembali berfungsi efektif.
Ia menegaskan, “Di KUA, semua pungutan sudah diatur, tetapi zakat sebagai tugas mulia dan resmi bisa dilakukan secara terbuka sesuai undang-undang, jadi tidak perlu khawatir dianggap pungli.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Punardin, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Baznas Kota Kendari yang berhasil mengumpulkan dana zakat di atas Rp1 miliar, sekaligus menempatkan Kota Kendari sebagai salah satu dari lima daerah dengan capaian pengumpulan zakat tertinggi di Provinsi Sultra.
“Penghulu dan penyuluh memiliki peran vital dalam mendidik dan menyadarkan masyarakat tentang zakat,” ujar Punardin, seraya menjelaskan bahwa pengelolaan dana zakat yang terkumpul telah diawasi secara ketat melalui mekanisme audit internal, audit syariah, hingga audit oleh akuntan publik independen guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Kendari, Hj. Marni, turut menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia mengingatkan bahwa Kota Kendari memiliki potensi zakat yang sangat besar mengingat jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 355.000 jiwa.
Hj. Marni menekankan pentingnya penerapan sistem pemungutan zakat berbasis digital demi menjamin keamanan dan transparansi pengelolaan dana umat. “Ayo edukasi masyarakat secara transparan dengan flyer dan informasi tentang nomor rekening resmi UPZ atau Baznas,” tambahnya.
Melalui kegiatan dialog ini, diharapkan UPZ di tingkat KUA se-Kota Kendari dapat kembali aktif dan berperan sebagai penggerak utama dalam pengumpulan zakat, sehingga potensi zakat yang besar di Kota Kendari dapat dioptimalkan sepenuhnya demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.(Adv)
Editor : Ijal












