#Advetorial#HeadlineMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Besok, Dinas Pertanian Kota Kendari Launching Program “Kendari Berkebun” Tahun 2025

×

Besok, Dinas Pertanian Kota Kendari Launching Program “Kendari Berkebun” Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian Kendari saat mempersiapkan kegiatan Launching Kendari Berkebun

Kendari, portal.id – Dalam upaya mengendalikan inflasi pangan di Kota Kendari, Dinas Pertanian (Distan) Kota Kemdari bakal melaunching program “Kendari Berkebun” tahun 2025 di Area Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari.

Kepala Distan Kendari Makmur mengatakan launching program Kendari Berkebun yang digagas Dinas Pertanian Kota Kendari akan dilauncing pada hari Kamis (24/7/2025).

“Insya Allah, program Kendari Berkebun akan dilaunching langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran,”ujar Makmur saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2025).

Ia menambahkan, program Kendari Berkebun yang digagas Dinas Pertanian sesuai arahan Wali Kota Kendari yang harus ditindaklanjuti dalam upaya pengendalian inflasi pangan di Kota Kendari.

“Lahan yang kita jadikan sebagai percontohan ini adalah lahan aset Pemkot Kendari tepatnya di area Rujab Wali Kota Kendari seluas 3 are. Di lahan percontohan ini kita akan budidaya tomat, cabai, dan jenis sayur-sayuran lainnya,”jelasnya.

pemanfaatan lahan pekarangan

Untuk itu, dia imbau kepada seluruh masyarakat Kota Kendari agar memanfaatkan pekarangan yang ada dengan menanam berbagai macam tanaman dalam mendukung ketahanan pangan di daerah itu.

Ia mengatakan imbauan ini dikhususkan bagi warga yang memiliki lahan pekarangan yang luas yang selama ini belum termanfaatkan.

“Lahan pekarangan ini sangat besar manfaatkan jika warga bisa kreatif untuk menanaminya berbagai tanaman jangka pendek misalnya tanaman bahan pangan lokal,” katanya.

Ia mengatakan, khusus di Kota Kendari, masih banyak warga yang memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, khususnya di beberapa kelurahan yang berada di perbatasan dengan kabupaten lain.

“Kami sudah lakukan pantauan semua kelurahan yang memiliki potensi untuk pengembangan lahan pekarangan khususnya untuk tanaman pangan lokal,” ujarnya.

Menurutnya, dalam setiap kunjungan ke warga tersebut, pihaknya selalu menekankan agar mengembangkan tanaman pangan lokal seperti umbi-umbian ataupun tanaman obat keluarga.

“Maksud kita sebagai upaya mengantisipasi krisis pangan dan mengurangi ketergantungan warga terhadap pangan beras,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait pengembangan lahan pekarangan tersebut, pihaknya menyediakan bibit tanaman bagi kelompok warga yang ingin mengembangkannya.

“Saat ini ada empat kelompok pengembangan tanaman jalan pekarangan yang sedang kita bina, yang terletak di Kelurahan Abeli dengan jumlah anggota 48 orang,” katanya.

Ia berharap, dengan pengembangan lahan pekarangan itu, maka bisa membantu kehidupan ekonomi warga yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Secara terpisah, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menghimbau warganya untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga, menciptakan sumber pendapatan tambahan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, bahkan ternak dan ikan. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai diversifikasi produk pangan masyarakat dan dapat memperindah lingkungan rumah.

Tujuan pemanfaatan pekarangan yakni meningkatkan ketahanan pangan dengan cara menanam berbagai jenis tanaman pangan yang penting untuk konsumsi keluarga. Selain itu, hasil dari pekarangan seperti sayuran, buah-buahan, atau ternak bisa dijual untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Tujuan lainnya, warga dapat dengan mudah mengakses sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan lainnya yang bergizi untuk konsumsi keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan mendukung diversifikasi produk pangan masyarakat dan pekarangan yang tertata dengan tanaman dapat memperindah lingkungan rumah dan sekitar,” katanya.

Sedangkan jenis tanaman yang bisa ditanam kata dia, yakni hampir semua jenis sayuran bisa ditanam di pekarangan. Hasil kebun seperti buah dan umbi-umbian bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

Ia juga menambahkan, pekarangan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat yang berkhasiat bagi keluarga. Selain tanaman, pekarangan juga bisa digunakan untuk memelihara ternak kecil atau ikan. Pemanfaatan pekarangan secara luas mendukung ketahanan pangan nasional dan memberdayakan potensi pangan lokal. Kegiatan bercocok tanam di pekarangan dapat menjadi aktivitas yang produktif untuk mengisi waktu luang.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id