#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupKolaka

BKKBN Sultra bersama Anggota DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana Tekan Angka Stunting

×

BKKBN Sultra bersama Anggota DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Kolaka, portal.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX DPR-RI H. Ahmad Safei, SH, MH menyosialisasikan
Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai upaya menekan angka stunting, Kamis (16/10/2025).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, M Si, mengatakan sosialisasi Program Bangga Kencana ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Selain itu, kegiatan edukasi ini merupakan upaya BKKBN mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat.

“Kegiatan ini penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar sadar dalam menjaga kesehatan keluarga sesuai Perpres 72 Tahun 2021. Yang mana pemerintah memfokuskan dalam menekan angka stunting di Indonesia,” ujar Asmar.

Lanjut Asmar, M.Si menjelaskan, dalam percepatan penanganan stunting di Sulawesi Tenggara diperlukan adanya kolaborasi. Keterlibatan berbagai sektor dalam sosialisasi  dianggap dapat menambah jumlah orang dengan pemahaman penanganan stunting serta memberikan pemahaman bagaimana cara menangani stunting pada balita agar tidak terjadi keterlambatan. Selain itu perilaku orang tua juga harus diubah dalam mengasuh anak.

“Jadi, bersambung, edukasi gizi kepada anak balita dan cara bagaimana penanganan yang baik dan mengubah perilaku orang tua pada saat nanti mengasuh anaknya. Jadi, harus tepat jangan sampai ada keterlambatan, kalau terjadi keterlambatan sudah tidak mungkin lagi, sehingga pelan-pelan kasus stunting ini yang ditargetkan pemerintah di tahun 2025 bisa tercapai hingga turun mencapai 20 persen,” pungkas Asmar.

Lanjut Asmar juga memaparkan 5 Program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN dimana program ini merupakan strategi percepatan untuk mencapai target pembangunan keluarga yang berkualitas dengan pendekatan yang lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya Quick Win, diharapkan setiap kebijakan yang dijalankan dapat memberikan hasil signifikan dalam waktu singkat, tanpa harus menunggu siklus program jangka panjang yang biasanya memerlukan waktu bertahun-tahun.

Kelima Quick Win ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan peran keluarga dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI H. Ahmad Safei, SH, MH menyampaikan dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia harus diawali dengan mempersiapkan masyarakat muda yang ingin menikah agar menjaga asupan makanan, bahkan memeriksakan kondisi kesehatan tiga bulan sebelum nikah, sehingga ketika ibu hamil tetap dalam kondisi sehat baik orang tua maupun bayi.

“Jadi yang pertama itu kita harus mulai mempersiapkan anak-anak muda yang mau menikah. Nanti ketika hamil mereka sudah paham dalam menjaga kesehatan diri dan balitanya,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah pusat maupun daerah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai salah satu mencegah terjadinya stunting pada balita.

Ia menambahkan sebagai dukungan DPR RI terhadap pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia termasuk usulan anggaran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam mewujudkan penurunan stunting.

“Yang jelas kita mendorong bahkan anggaran-nya juga disusulkan untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan program penekanan angka stunting ini. Karena kita harapkan generasi muda kita menjadi generasi yang cerdas, kuat dan memiliki prestasi sebagai mencapai generasi Indonesia emas,” tuturnya.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan KB Kabupaten Kolaka, Nursalam, S.Si, Apt.,M.Kes, menyampaikan penekanan pentingnya pengendalian angka kelahiran melalui program keluarga berencana yang berkelanjutan. Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya, menjadi indikator penting dalam melihat efektivitas program KB.

“Saat ini TFR Kabupaten Kolaka 2,27, idealnya TFR berada di angka 2,1 agar pertumbuhan penduduk tetap seimbang. Namun, di beberapa daerah angka ini masih di atas rata-rata nasional. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang pengaturan jarak kelahiran, serta manfaat KB bagi kesejahteraan keluarga,” ujar Nursalam.

Turut hadir dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama Mitra Komisi IX di Kec. Samaturu, Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Tim Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, BPJS Kabupaten Kolaka, Camat Samaturu, Polsek Samaturu, Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Samaturu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Penyuluh KB dan Kader KB, Poktan serta masyarakat setempat.

Sosialisasi ini akan berlanjut di beberapa titik di Kabupaten Kolaka yaitu di Kecamatan Wundulako dan Kolaka.

Penulis : Mujahidin (Ketua Tim Kerja Halakiemas BKKBN Sultra).

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id