#HeadlineButon TengahFokus RedaksiKesehatan & Gaya Hidup

BKKBN Sultra Gencarkan Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Amin Mawasangka

×

BKKBN Sultra Gencarkan Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Amin Mawasangka

Sebarkan artikel ini

Buton Tengah, portal.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja bagi Kelompok Risiko Tinggi.

Kegiatan ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Amin Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi.

Acara yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Al-Amin Mawasangka pada hari Kamis tanggal 6 November 2025 ini secara khusus menargetkan kelompok remaja yang dianggap berisiko tinggi di lingkungan pondok pesantren.

Kepala Pondok Pesantren Salafiyah Al-Amin, Hadiman, S.Sos., menyambut baik inisiatif BKKBN Sultra ini. Beliau menekankan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi sebagai bekal bagi santri dalam menghadapi tantangan era modern.

Sebagai pemateri utama, Ketua Tim Kerja Akses Kualitas Layanan, Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Fithriyani Abu Kasim, M.Kes., menyampaikan materi-materi krusial yang sangat relevan bagi remaja, meliputi:

• Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja: Membahas fase perubahan fisik dan psikologis yang dialami remaja.

• Seksualitas dan Perilaku Seksual: Memberikan pemahaman yang benar mengenai seksualitas remaja dalam koridor nilai agama dan sosial.

• Kesehatan Reproduksi dan Permasalahannya: Mengupas tuntas isu-isu kesehatan reproduksi, termasuk risiko infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan remaja.

• Melindungi Diri dari Kekerasan: Edukasi penting mengenai pencegahan dan perlindungan diri dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun seksual.

Dalam paparannya, dr. Fithriyani Abu Kasim, M.Kes., menyampaikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan pondok pesantren sangat vital.

“Pondok pesantren adalah benteng moral dan keilmuan. Dengan membekali santri tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku berisiko, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik mereka, tetapi juga membentuk karakter dan keputusan yang bertanggung jawab di masa depan,” ujar dr. Fithriyani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BKKBN untuk mewujudkan Generasi Berencana (GenRe) yang memiliki pengetahuan, bersikap positif, dan berperilaku sehat dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Diharapkan, para santri Ponpes Al-Amin dapat menjadi duta informasi kesehatan reproduksi bagi teman sebaya mereka.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id