Kendari, portal.id – Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Bayi di Bawah dua tahun (MBG 3B) di Kota Kendari. Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Ketua Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Mujahidin, S.Kom, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan MBG 3B tersalurkan dengan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
“Program MBG 3B ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan makanan bergizi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak baduta. Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan distribusi berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi keluarga penerima,” ujar Mujahidin.
Tim BKKBN Sultra bersama Penyuluh KB Kota Kendari meninjau langsung beberapa titik penyaluran di sejumlah kelurahan. Selain mengecek data penerima manfaat, tim juga melakukan dialog dengan kader dan keluarga penerima untuk mengetahui kendala di lapangan, baik terkait distribusi, kualitas bahan makanan, maupun tingkat pemahaman masyarakat terhadap program ini.
Program MBG 3B merupakan intervensi spesifik dalam rangka percepatan penurunan stunting yang menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta (bayi di bawah dua tahun). Bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan bergizi yang mengandung sumber protein hewani, karbohidrat, sayuran, dan buah, serta disertai edukasi gizi oleh kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader KB lainnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sultra berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program penurunan stunting di tingkat daerah.
“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah daerah, TPK, maupun masyarakat yang telah aktif mendukung program ini. Ke depan, kami akan terus melakukan pendampingan agar pelaksanaan MBG 3B semakin optimal,” tutup Mujahidin.
Selain itu, SPPG Bunga Seroja, Imul Pratama turut memaparkan progres penyaluran bantuan di lapangan dan kendala yang dihadapi, seperti waktu pendistribusian, perbedaan data penerima, serta tantangan lainnya.
“Koordinasi ini kami lakukan agar setiap hambatan bisa segera diatasi melalui komunikasi yang cepat dan solusi yang tepat. Harapannya, keluarga penerima manfaat dapat memperoleh bantuan secara merata dan sesuai kebutuhan,” tambah Imul Pratama.
BKKBN Sultra menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan penyaluran MBG 3B hingga seluruh sasaran di Kota Kendari dan kabupaten/kota lainnya di Sultra terpenuhi.
Penulis : Mujahidin (Ketua Tim Kerja HALAKIEMAS BKKBN Sultra)






