Kendari, portal.id – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, M.Si menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muna Barat, La Ode Aca beserta rombongan pada Jumat (27/3/2026) di ruang kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah. Dua program utama yang menjadi fokus pembahasan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Sultra menjelaskan bahwa program GENTING merupakan gerakan gotong royong lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting (KRS).
“Kami terus mendorong keterlibatan semua pihak melalui program GENTING. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Asmar.
Ia menambahkan bahwa intervensi yang diberikan tidak hanya berupa bantuan nutrisi, tetapi juga mencakup penyediaan sarana dasar, pendampingan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Pendekatannya harus komprehensif. Kita tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi memastikan keluarga mampu mandiri dan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.
Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian penting dalam upaya pemenuhan gizi kelompok sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Muna Barat, La Ode Aca menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program-program yang dijalankan BKKBN.
“Kami di DPRD Kabupaten Muna Barat sangat mendukung program GENTING dan MBG ini. Program ini sangat menyentuh langsung masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan. Kami siap mendorong dukungan dari sisi kebijakan di daerah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan stunting secara terintegrasi.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh stakeholder. Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dan DPRD Kabupaten Muna Barat dalam mengakselerasi penurunan stunting serta meningkatkan kualitas hidup keluarga di daerah.
Sumber : Humas BKKBN Sultra






