Portal.id, KOLAKA UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) mendorong transformasi pola pikir para petani kakao dari sekadar mengejar volume penjualan menuju peningkatan mutu serta nilai tambah produk. Strategi ini dirancang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) agar komoditas kakao daerah mampu membangun identitas mutu di pasar global.
Bupati Kolut, Nur Rahman Umar, menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan rantai hilirisasi kakao. Hal tersebut mencakup penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan, hingga penghapusan sekat antarinstansi.
“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram serta menghilangkan ego sektoral dengan membagi peran secara jelas pada setiap rantai nilai,” ujar Umar saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor OJK Sultra, Senin (31/8/2026).
Melalui integrasi ini, Kolut diarahkan agar tidak lagi sekadar menjadi penyuplai biji kakao mentah yang rentan kehilangan identitas dalam rantai perdagangan. Pemkab Kolut bersama OJK dan offtaker PT Comextra Majora berkomitmen membangun standardisasi proses dan profil cita rasa khas Kakao Kolut yang memiliki asal-usul jelas.
OJK dalam siaran persnya, Rabu (2/9) menambahkan, sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari kesepakatan ini, pemerintah daerah dan otoritas akan segera menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan berlangsung langsung di Kabupaten Kolut.












